Dari Dialog Publik, Mengurai Tabir Tragedi Hutan Patani Hingga Misteri Hilangnya 7 Warga Weda Timur

  • Whatsapp
Dialog MPC Pemuda Pancasila Halteng, Sabtu (27/3/2021).

Peristiwa pembunuhan secara berantai oleh para pelaku kejahatan orang tidak dikenal (OTK) di atas tanah Negeri Fagogoru Halmahera Tengah pada Sabtu (20/3/2021), di kawasan Hutan Patani Timur menarik perhatian khusus Majelis Pimpinan Cabang (MPC) Pemuda Pancasila (PP) Halmahera Tengah.

Reporter :

Darmawan Jufri.

SABTU (27/3/2021), MPC Pemuda Pancasila (PP) Halteng berinisiatif menggagas Dialog publik bertema “Mengungkap Fakta Pembunuhan Tragis di Hutan Halmahera” bertempat di Kedai Mon Kafe, Kota Weda.

Dalam dialog itu selain diurai akar tragedi pembunuhan yang terjadi di Hutan Patani Timur yang menegaskan tiga warga, ikut mencuat sejumlah tragedi pembunuhan sebelumnya di wilayah setempat, seperti kejadian di tahun 2012 atas hilangnya 7 warga yang menpangi motor laut dari Kota Weda menuju Desa Dote Kecamatan Weda Timur.

BACA JUGA : BREAKING NEWS : Tiga Warga Halteng Ditemukan Tewas di Hutan, Empat Berhasil Selamat Termasuk Anggota TNI

Dari kejahatan studi kasus pembunuhan secara berantai oleh para orang tak dikenal ini, pelaku tidak dapat diketahui jejaknya oleh Aparat Kepolisian sampai sekarang, bahkan para korban 7 warga Dote Weda Timur itu pun hilang tanpa jejak sampai saat ini.

BACA JUGA : Soal Hutan Patani Yang Berdarah, Warga Diminta Tak Panik

“Tragedi pembunuhan dengan cara tidak wajar ini diketahui pernah terjadi pada tahun 2006. Dimana saat itu menewaskan satu warga Weda tepatnya di seputaran SMA N 1 Halteng. Pelakunya pun sama tidak terungkap sampai sekarang alias misterius,”kata Ketua Aliansi Masyarakat Adat (AMAN) Maluku Utara, Munadi Kilkoda dalam dialog tersebut.

BACA JUGA : HIPMA Halteng Jabodetabek Desak Polisi Usut Tuntas Tragedi Berdarah di Hutan Patani

Peristiwa terbaru kembali terjadi, yakni pada Sabtu (20/3/2021), tepatnya di kawasan hutan di kali Gowonle dekat Gunung Damuli Patani Timur. Peristiwa yang menewaskan 3 warga, yakni satu warga asal Desa Masure Hi. Masani, satu warga Desa Batu Dua Patani Utara Yusuf Kader, dan satu korban Risno Muhlis asal Desa Soma Malifut.

BACA JUGA : HMI Desak Polda Segera Tangkap Pelaku Pembunuhan di Hutan Halteng

“Dari rentetan sejumlah tragedi ini harus mendapat perhatian serius aparat TNI/Polri untuk mengusut dan mengungkap para pelaku kejahatan pembunuhan ini,”ujarnya.

Munadi yang juga Ketua Fraksi Partai NasDem DPRD Halteng ini menambahkan, tabir pembunuhan tragis itu pelakunya masih pada tataran praduga tak bersalah atau sebutan lain orang tak dikenal (OTK), karena itu jangan ada isu untuk menyudutkan kelompok tertentu terutama orang ‘O Hongana Manyawa’ atau suku Togutil dalam kejadian ini.

“Sebagai pengurus AMAN Malut memberikan suport terhadap proses hukum atau penyelidikan atas peristiwa ini. Jika dalam proses penyelidikan ini kemudian polisi menemukan bukti pelakunya adalah suku ‘O Hongana Manyawa’ atau suku Togutil maka mereka harus bertanggung jawab. Namun jika belum ada bukti kami minta agar publik tidak menyeret nama suku tersebut,”ujarnya.

Sementara itu Ketua MPC Pemuda Pancasila (PP) Kabupaten Halteng Juardi Salasa menegaskan, dialog publik dengan tema “Mengungkap Fakta Tragedi di Hutan Halmahera” ada beberapa hal penting yang harus diperhatikan demi menjaga hubungan sosial ini agar tetap terjaga.

Menurutnya dari tragedi berulang yang terjadi di Halmahera Tengah sesuai fakta hukum menunjukkan bahwa saat ini pihak kepolisian sedang melakukan penyelidikan. Karena itu, pihaknya berharap secepatnya pihak kepolisian mengungkap otak dan atau pelaku pada kasus ini.

“Masyarakat Halteng diminta untuk bersabar dan tetap tenang. Kita yakin dalam setiap perbuatan jahat pasti akan meninggalkan bekas dan para pelaku segera ditangkap untuk diberikan hukuman setimpal sesuai perbuatanya,”ujarnya.

Sembari berharap, atas nama MPC-PP Halteng dalam tahapan penyelidikan yang dilakukan oleh para pihak Kepolisian bisa segera menemukan bukti-bukti otentik sehingga mampuh menangkap pelaku pembunuhan di daratan Hutan Patani Timur beberapa waktu lalu.

Sementara itu Forum Kerukunan Umat Beragama (FKUB) Halteng mengajak semua pihak agar menjaga kerukunan umat beragama di bumi Fagogoru, Halmahera Tengah.

“Isu-isu yang menyesatkan agar tidak terjadi dalam tragedi pembunuhan di hutan Patani saat ini, tidak ada agama di dunia ini yang menyuruh kita untuk saling membunuh. Karena itu percayakan kepada pihak aparat hukum untuk jalankan tugasnya dalam mengusut kejadian ini,”ujar Ketua FKUB Halteng.

Diskusi publik ini dihadiri perwakilan pihak Polres Halteng, Dandramil Weda, Ketua DPRD Halteng Sakir Ahmad, Ketua Aliansi Masyarakat Adat (AMAN) Maluku Utara, Ketua KNPI Halteng, Ketua Forum Kerukunan Umat Beragama (FKUB), Ketua JPKP, LSM Gele-Gele, LSM Lima Falgali, Kabag Hukum Pemkab Halteng.(awn/red).

Pos terkait

Screenshot_2021-08-16-16-18-33-23

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *