Status Hidayatullah Mudaffar Sjah Sebagai Sultan Ternate Dibatalkan, Ini Maklumatnya

Fala Raha Kesultanan Ternate saat menyampaikan Maklumat, Selasa, (28/12/2021).

Ternate, beritadetik.id – Polemik pengangkatan Sultan Ternate ke-49, Hidayatullah Mudaffar Sjah pada beberapa waktu lalu membuat Dewan Fala Raha Kesultanan Ternate turun tangan.

Pasalnya, kisruh Internal Kesultanan Ternate ini disikapi Dewan Fala Raha dengan mengeluarkan 9 poin maklumat bertempat di gedung Ngara Lamo, Kelurahan Soasio Kecamatan Kota Ternate Utara. Selasa (25/12/2021).

Bacaan Lainnya

Maklumat yang dibacakan Taufik Majid selaku Kimalaha Marsaoly, ikut dihadiri dan ditanda tangani Kimalaha Tomaito, Samroni Tamaito, Kimalaha Tomagola, Munir Amal Tomagola, dan Kimalaha Tomaidi, Hi. Jafar Kamaruddin.

Dalam isi maklumat atau pemberitahuan Fala Raha Kesultanan Ternate ini terangkum dalam 9 perkara.

Kimalaha Marsaoli, Taufik Majid menjelaskan, dari isi maklumat yang dikeluarkan Dewan Fala Raha Kesultanan Ternate, yang pertama, bahwa Adat se Atorang Kesultanan Ternate harus dijalankan “toma Loa se Banar madaha”, karena itu wajib ditaati, dilestarikan untuk kemaslahatan bersama dan kebesaran Kesultanan Ternate.

Kedua, Dewan Fala Raha dan Bobato Nyagimoi se Tufk ange (Bobato 18) Kesultanan Ternate adalah lembaga yang memiliki kewenangan memilih, mengangkat, mengukuhkan dan lembaga memberhentikan jabatan Sultan di Kesultanan Ternate.

Ketiga, lanjut Taufik, pengangkatan Sultan Ternate oleh beberapa orang pada hari Sabtu tanggal 18 Desember 2021 nyata dan jelas sangat bertentangan dengan Adat se atorang yang telah menjadi kesepakatan dan warisan para leluhur yang patut di jaga dan dilestarikan oleh generasi yang lahir di zaman kemudian ini, agar terjaga marwah Kesultanan Ternate.

Empat, membatalkan pengangkatan saudara Hidayatullah Mudaffar Sjah II, sebagai Sultan Ternate yang ke 49.

Lima, pengambilalihan kewenangan oleh Fala Raha dan Bobato Nyagimoi se Tufkange (Bobato 18) sebagai langkah ikhtiar demi kemaslahatan bersama bagi seluruh perangkat adat Kesultanan Ternate maupun bala-kusu se kano-kano serta menjaga kebesaran dan kemuliaan kesultanan dalam mengayomi warga masyarakat.

Enam, bahwa segala upaya Fala Raha bersifat independen, akan ditegakkan tanpa tekanan dari pihak manapun dan tidak untuk kepentingan politik lain, selain semata-mata menjaga kelestarian Adat se Atorang, marwah keadaban dan kebesaran kesultanan Ternate.

Tujuh, Fala Raha menghimbau kepada seluruh pihak, siapapun untuk menahan diri, bersabar, menghindar dari sikap atau pernyataan yang dapat memecah belah masyarakat adat Kesultanan Ternate maupun masyarakat Maluku Utara pada umumnya.

Delapan, Fala Raha dan seluruh Perangkat Adat Kesultanan Ternate, tetap menjadi mitra Pemerintah Daerah, Aparat Keamanan dan para pemangku kepentingan di seluruh wilayah Maluku Utara terutama Kota Ternate, untuk menjaga ketentraman, kedamaian dan memperkokoh persaudaraan demi kesinambungan pembangunan Nasional dan Daerah.

“Poin ke-sembilan dalam maklumat ini, kami selaku Dewan Fala Raha menyampaikan maklumat ini ditujukkan khusus kepada bala kusu se kano-kano, Pemerintah Daerah dan masyarakat luas,”tandas Majid.(red).

Video Dewan Fala Raha Kesultanan Ternate Baca Maklumat : 

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.