Lestarikan Musik Tradisional Khas Ternate, Ini Target LSB

Pengurus Lembaga Seni dan Budaya Moloku Kie Raha (LSB) Molokiyah saat melaunching Rima Raga Rempah, di Benteng Oranje Ternate, Maluku Utara, Jumat, 23 Desember 2022.
Pengurus Lembaga Seni dan Budaya Moloku Kie Raha (LSB) Molokiyah saat melaunching Rima Raga Rempah, di Benteng Oranje Ternate, Maluku Utara, Jumat, 23 Desember 2022.
Picsart_23-08-16_13-53-14-817
HUT RI 78 IKLAN 2
Picsart_23-08-17_13-23-10-530
previous arrow
next arrow

Beritadetik.id – Lembaga Seni dan Budaya Moloku Kie Raha (LSB) Molokiyah melaunching Rima Raga Rempah, di Benteng Oranje Ternate, Maluku Utara, Jumat, 23 Desember 2022.

Kegiatan ini sebagai bentuk keseriusan LSB Molokiyah dalam mempertahankan eksistensi musik tradisional dan melestarikan musik khas daerah Ternate.

Project Leader, Abduh Soleman menjelaskan, teater musikal ini nantinya akan menguraikan terbentuknya Ternate, sejak era Momole, Kesultanan hingga datangnya bahtar-bahtar Tionghoa, Persia, Arab, Portugis, Spanyol Belanda dan Inggris.

Bacaan Lainnya
Picsart_23-08-17_12-39-57-682

“Tema ini dipilih sebagai upaya perlindungan, penyelematan, pelestarian dan pemanfaatan budaya, serta pengembangan ekonomi budaya yang diistilahkan dengan Edaya, dalam pemanfaatan kekayaan budaya Moloku Kie Raha, ” jelas Abduh saat jumpa pers malam tadi.

Pertunjukan teater musikal Rima Raga Rempah ini akan digelar, pada Sabtu, 14 Januari 2023 di Sport Hall Kelurahan Ubo Ubo, Kota Ternate. Ada 70 talent yang siap tampil memukau pada acara nanti.

“Acara ini ditargetkan akan dihadiri 1.257 penonton,”jelasnya.

Dia menjelaskan sejumlah rangkaian acara sudah disiapkan termasuk Expo Rima Raga Rempah yang akan dilaksanakan, pada 23 sampai 24 Desember 2022 di kawasan Benteng Oranje.

“Rima Raga Rempah juga akan berkolaborasi dengan musik modern. Kalau kami akan menampilkan permainan musik khas Moloku Kie Raha, seperti arababu, fiyol, gambus dan tifa,” terangnya.

Sementara Ketua LSB Molokiyah, Hasan Ali menambahkan, bahwa visi misi serta tujuan acara tersebut tak lain, untuk melestarikan seni dan budaya di Maluku Utara terutama musik tradisional.

Disisi lain, pertunjukan ini juga untuk memupuk rasa cinta terhadap kebudayaan daerah sejak dini. Terutama bagi masyarakat Kota Ternate dan generasi muda.

“Ini pula bisa mendekatkan masyarakat dengan kebudayaan tradisional, sebagai identitas yang berkelanjutan. Selain itu ini juga menyalurkan minat dan bakat generasi muda, terhadap karya seni musik, tari dan pengetahuan serta permainan tradisional,” kata Hasan.

Dengan begitu, event ini tentu bisa menjadi pemantik kreatifitas generasi muda, dalam upaya pengembangan tradisi Ternate dan Maluku Utara di era modern.

“Kami berharap acara ini sukses dan peminat musik tradisional semakin banyak, terutama generasi muda. Karena musik tradisional merupakan identitas kita orang Ternate, jadi jangan sampai hal ini punah begitu saja,” imbuhnya.

Meski ada beberapa kendala teknis, namun panitia terus berupaya memperbaiki, demi kesuksesan pertunjukan mendatang.

Sekadar diketahui, Rima Raga Rempah merupakan teater musikal tradisional. Event ini berkolaborasi dengan Dirjen Kebudayaan, melalui program Penciptaan Karya Kreatif Inovatif.

Makna Rima Raga Rempah sendiri, yakni makna nada gerak dan kekayaan alam. Rima berarti mengantarkan senandung yang mempunyai banyak makna, dalam alunan kitab Molokiyah seperti dalil tifa dan dalil moro, atau kerap dikenal sebagai dorobolo.

Dorobolo sendiri mengandung pedoman orang-orang Moloku Kie Raha, yang secara ragawi berlandaskan kitabullah.

Sementara arti Raga yaitu merepresentasikan sikap dalam berkehidupan, termasuk kematian yang ditampilkan lewat gerak dan rasa sebagai pencapaian diri yang utuh.

Sedangkan Rempah sendiri mengandung arti, mengambil bagian sebagai alur dari sebuah peradaban untuk menemukan bahasa, yang dikisahkan melalui bangsa-bangsa Eropa, semesta hingga panji empat Kesultanan Kie Raha.(ian/red).

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *