Polres Halteng Ungkap Hasil Autopsi Kasus Pembunuhan di Hutan Halmahera, Pelaku Masih Misterius

  • Whatsapp

Kapolres Halmahera Tengah, AKBP Nico A Setiawan, saat menggelar Konferensi Pers, Kamis (3/6/2021). || Foto : Istimewa

Halteng || Beritadetik.id — Peristiwa pembunuhan terhadap tiga warga asal Patani Timur dan Patani Utara (Pantura) Kabupaten Halmahera Tengah (Halteng), Maluku Utara, yang terjadi 20 Maret 2021 lalu, hingga kini para pelaku belum diungkap pihak Kepolisian di wilayah setempat

Dalam perkembangan penyelidikan kasus ini, diketahui pihak Polres Halteng, pada Kamis (3/6/2021), baru merilis hasil autopsi terhadap tiga orang yang menjadi korban dalam kejadian ini, masing-masing Hi. Masani (55) Warga Asal Desa Masure, Kecamatan Patani Timur, Yusuf Kader asal Desa Batu Dua, Kecamatan Patani Utara, Risno Muhlis asal Desa Soma, Kecamatan Malifut.

Kapolres Halmahera Tengah, AKBP Nico A Setiawan dalam keterangan resminya melalui Konferensi Pers, Kamis, (3/6/2021) siang, mengatakan, terkait kejadian pembunuhan tiga warga di kawasan Hutan Patani Timur, kini hasil autopsi terhadap jenazah korban yang dilakukan oleh Dokter Spesialis Forensik Pusdokkes Polri beserta asisten dan tim Biddokkes Polda Maluku Utara itu, terlah resmi dikeluarkan.

Hasilnya, lanjut Kapolres, untuk korban (Alm) Risno Muhlis sesuai autopsi yang dilaksanakan pada 19 April 2021, bertempat di Pemakaman Umum (TPU) Kelurahan Ubo-Ubo, Kecamatan Ternate Selatan, telah ditemukan fakta kematian korban akibat luka bacok pada kepala bagian belakang sampai menembus rongga tengkorak hingga menyebabkan pendarahan pada rongga tengkorak.

Sementara itu terkait jenazah Alm. Hi. Masani asal Desa Masure, Kecamatan Patani Timur, sesuai hasil autopsi Jenazah yang dilaksanakan pada 21 April 2021, tepatnya di Tempat Pemakaman Umum (TPU) Desa Masure, Kecamatan Patani Timur, telah menyebutkan penyebab kematian korban karena akibat luka bacok pada daerah dada yang menyebabkan putus bagian leher dan perdarahan di seluruh rongga dada kanan dan kiri.

Selain korban Risno dan Hi. Masani, pihak Polres setempat juga merilis hasil autopsi jenazah korban Alm. Yusuf Kader asal Desa Batu Dua, Kecamatan Patani Utara.

“Hasil atopsi untuk korban Yusuf yang telah dilakukan pada 21 April 2021, tepatnya di Pemakaman Umum (TPU ) Desa Tepeleo Batu Dua, Kecamatan Patani Utara, telah ditemukan fakta kematian korban karena luka bacok pada bagian dada yang menyebabkan perdarahan di seluruh rongga dada bagian kanan dan kiri,”jelas Kapolres.

Nico menambahan, terkait perkembangan penaganan kasus ini, pihaknya sejauh ini sudah melakukan pemeriksaan sebanyak 7 warga sebagai saksi, yakni Sirajudin Abdullah, Bustami Ayub, Taha Lasaid, Habibu Hi. Hanafi, Jaidi Fabanyo, Tasrif Hi. Yusuf dan Bahmid Rajab. “Mereka yang diperiksa sebagai saksi ini adalah warga yang sedang mengevakuasi korban setelah kejadian,”jelasnya.

Kapolres kembali menguraikan peristiwa pembunuhan terhadap tiga warga tersebut terjadi pada Sabtu 20 Maret 2021, sekira pukul 15.30 WIT atau 16.00 WIT, bertempat di Sibauli Kali Gowonle, Kecamatan Patani Timur.

“Tujuan para korban ini untuk mendulang emas, saat itu ketika mereka tiba di tempat tujuan, korban di serang oleh orang tidak di kenal (OTK) dengan menggunakan anak panah, parang dan alat benda tajam lainnya,”tutup Kapolres.(awn/red).

Pos terkait

Screenshot_2021-08-16-16-18-33-23

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *