HIPMA Patani Pertanyakan Kinerja Kepolisian, Ijan : Copot Kapolres Halmahera Tengah

Ketua Umum Hipma Patani, Maluku Utara, Nama Ijan
Ketua Umum Hipma Patani, Maluku Utara, Nama Ijan

Beritadetik.id – Polres Halmahera Tengah diminta serius menangani peristiwa tindak pidana pembunuhan dan aksi teror oleh Orang Tidak Dikenal (OTK) di Hutan Halmahera Tengah dan Halmahera Timur.

“Aksi teror oleh OTK bukan baru pertama terjadi, melainkan aksi teror bahkan pembunuhan sudah berulang kali, baik di Kali Gowonle Halteng dan di Kali Waci, Hamahera Timur,”kata Ketua Umum Hipma Patani, Maluku Utara, Ijan Sileleng, Jumat (30/6).

Menurutnya rentetan kejadian penyerangan dan percobaan pembunuhan oleh OTK terhadap Warga Desa Damuli, Patani Timur atas nama Junair Ja’far, dan peristiwa serupa di Desa Dotte, Kecamatan Weda Timur pada Minggu 25 Juni 2023 adalah serangkaian tragedi berdarah di hutan Halteng dan Haltim.

Bacaan Lainnya

“Peristiwa pembunuhan ini bukan hal yang baru terjadi, tapi sudah berulang kali memakan korban jiwa, sayangnya masalah ini pihak aparat kepolisian tak kunjung menangkap para pelaku,”katanya.

Ijan menyebut tragedi pembunuhan secara sadis yang terjadi pada 20 Maret 2021 di kali Gowonle mengakibatkan 3 orang korban. Dari ketiga korban ini tubuhnya mereka dimutilasi oleh para pelaku.

“Masih teringat di benak publik, khususnya masyarakat Patani Timur, bahwa tragedi pembantaian yang dilakukan OTK terhadap tiga warga di Patani Timur dan Patani Utara pada 20 Maret 2021 lalu, oleh karena itu, aksi teror yang kembali terulang perlu diseriusi, baik aparat maupun Pemerintah Daerah,”ujarnya.

Dikatakan proses pencarian fakta, pendalaman keterangan, dan semua barang bukti, keterangan korban selamat, Autopsi, pra-konstruksi, olah TKP, bahkan upaya-upaya semua di lakukan, tapi dalam kasus ini tidak ada satu pun pelaku yang ditangkap.

Hipma Patani juga mempertanyakan kinerja Pemda Halmahera Tengah dan pihak Kepolisian yang terkesan lebih sibuk menjaga dan melakukan pengamanan atas aset dan aktivitas pertambangan di wilayah setempat.

“Masyarakat di kawasan Patani dan Weda Timur saat ini butuh keamanan, butuh perlindungan aparat dan pemerintah, masyarakat tidak butuh pencitraan,”tegasnya.

Tuntutan Hipma Patani Maluku Utara :

  • Mendesak Kepada Polres Halteng & Pemerintah Halteng segera mengungkap Pelaku Teror dan Pembunuhan.
  • Tolak segalah bentuk Perusahan Pertambangan di daratan Patani.
  • Segera copot Kapolres Halmahera Tengah dari Jabatannya.
  • Cabut seluruh POS TNI di Daratan Patani.
  • Mendesak Kepada Pemerintah dan DPRD Halteng membentuk Tim Pansus untuk menginvestigasi Pelaku pembunuhan di Halmahera Tengah.
  • Karena Tambang Kami di Bunuh

***

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *