Lumpur Tambang ‘Kepung’ Pesisir Mornopo, SeOPMI Haltim Demo PT Antam

  • Whatsapp
Lumpur menutupi Pesisir Pantai Mornopo Buli akibat banjir di kawasan PT. Antam.

HALTIM || Beritadetik.id — Puluhan warga dan mahasiswa yang tergabung dalam Aliansi Masyarakat Adat Maba dan SeOPMI Halmahera Timur menggelar aksi menuntut pihak PT. Antam agar bertanggungjawab atas lumpur tambang yang menutupi kawasan pesisir Mornopo Haltim.

“Saat ini lumpur yang menutupi kawasan pesisir pantai mornopo telah merusak lingkungan sekaligus mengancam kehidupan biota laut di wilayah itu. Ini semua karena dampak dari kegiatan pertambangan dari pihak PT. Antam yang sedang beroperasi di Halmahera Timur saat ini,”kata Rismin Cilu, Koordinator Aksi.

Menurutnya, kondisi pesisir Pantai Mornopo telah dipenuhi lumpur pasca banjir yang terjadi di kawasan lingkar Tambang PT. Antam Buli pada beberapa waktu lalu. “Kami akan melakukan pembibitan jika tuntutan ini tidak diseriusi oleh pihak PT. Antam,”kecam pendemo.

Sebelumnya Pihak PT. Aneka Tambang (Antam) angkat bicara terkait dugaan pencemaran lingkungan di kawasan pesisir Mornopo antara Buli dan Maba Pura, Kabupaten Halmahera Timur.

Aksi SeOPMI Haltim Minta PT. Antam Bertanggungjawab.

Kepala VP Corporate Social Responsibility (CSR) Human Capital Finance, PT. Antam, A.Toko Susetio mengatakan, masalah lumpur di pesisir Pantai Mornopo ini akibat banjir yang terjadi pada beberapa waktu lalu.

“Mengenai banjir yang terjadi beberapa waktu lalu di kawasan lingkar tambang, itu karena terjadi curah hujan ekstrem hingga menyebabkan kerusakan salah satu dinding tebing yang akhirnya menyebabkan limpasan ke pesisir,”terangnya.(ono/red).

Pos terkait

Screenshot_2021-08-16-16-18-33-23

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *