Mareku Tidore dan Sejarah Merah Putih di Maluku Utara, Begini Penjelasan Sangaji Laho dan Laisa

  • Whatsapp
Tokoh Adat dan Warga Mareku, Tidore Utara, usai menggelar upacara HUT RI ke-76, Rabu (18/8/2021).|| Foto : (Al/beritadetik.id).

Tidore | B-detik.id — Pengibaran Bendera Merah Putih yang dilakukan pertama kali pada 18 Agustus 1946 di Tanjung Mafu Thabe Kelurahan Mareku Kota Tidore Kepulauan, Maluku Utara, terus dikenang dalam setiap peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) Proklamasi Kemerdekaan RI.

Salah satu cara menjaga dan merawat sejarah itu, warga masyarakat bersama para Pemuda dan Mahasiswa Mareku yang tergabung dalam Komunitas Kompas Jiko Malofo menggelar Upacara HUT RI ke-76, tahun 2021 pada 18 Agustus kemarin.

Bacaan Lainnya

Sangadji Laho Umar Yasin kepada beritadetik.id menjelaskan, sejarah singkat tanjung Mafu Thabe Mareku merupakan lokasi pertama dikibarkannya bendera Merah-Putih di Maluku Utara, tepat setahun setelah diproklamirkannya Kemerdekaan Republik Indonesia oleh Ir. Soekarno.

Pergerakan yang dikomandani oleh salah satu tokoh Maluku Utara yakni Arnold Mononutu tersebut juga melibatkan beberapa pemuda di Mareku yang kemudian menjadi kunci peristiwa bersejarah di Indonesia Timur dan umumnya di NKRI saat ini.

“Tokoh kunci tersebut yakni Abdullah Kadir selaku tokoh pengibar Bendera Merah-Putih, dan Aminah Sabtu sebagai orang perama penjahit Bendera yang kemudian dikenang dengan sebutan (Fatmawati Tidore) selama ini,”ungkapnya.

Sementara itu, Sangadji Laisa Mochtar Sangaji menyampaikan bahwa momentum perayaan atau pelaksanaan upacara di Tanjung Mafu Thabe Mareku ini sebagai upaya mengingatkan sekaligus mengenang tempat bersejarah yang ada.

“Kami dari dua Sangadji sangat menghargai Sejarah yang diletakkan oleh leluhur. Karena itu kita tetap laksanakan upacara pengibaran bendera setiap tanggal 18 Agustus di tempat ini,”katanya.

Dijelaskan, lokasi Tanjung Mafu yang menjadi tempat pelaksanaan Upacara tersebut sudah merupakan agenda rutin dalam setiap momentum Hari Ulang Tahun Kemerdekaan Republik Indonesia.

“Lokasi yang menjadi tempat pertama Merah Putih berkibar ini kami sedang suarakan agar bisa dibuatkan Perda. Tujuannya supaya kegiatan ini bisa di ambil alih oleh Pemerintah Kota (Pemkot) Tidore Kepulauan, sekaligus dijadikan sebagai salah satu kawasan destinasi wisata di wilayah setempat,”ujar Sangaji Laisa.

Sementara itu, salah satu Tokoh Perempuan Mareku Tidore Utara Nurul Asnawiah menyampaikan, upacara yang digelar tersebut sebagai bentuk perhatian generasi Mareku dalam mengenang para pejuang Tidore, terutama dua tokoh pengibaran sang saka merah putih pada 18 Agustus 1946 silam.

“Sebagai generasi Mareku, saya harapkan para pemuda dan pemudi di daerah ini dapat menjaga serta terus merefleksikan peringatan pengibaran bendera Merah Putih pertama di wilayah Indonesia Timur yang bertempat di Kelurahan Mareku Kota Tidore Kepulauan saat ini,”harap Nurul.

Nurul pun mengajak generasi di Maluku Utara khususnya yang ada di Kota Tidore Kepulauan agar sama-sama memetik nilai perjuangan dan nilai patriotik para leluhur tersebut untuk mengambil peran dalam membangun dan menjaga warisan sejarah leluhur yang kita cintai ini.

Sekedar diketahui, upacara yang di gelar ini diakhiri dengan melaksanakan Ziarah dan Do’a bersama di makam kedua tokoh kunci pengibaran Bendera pertama di Indonesia Timur bertempat di Kelurahan Mareku Kecamatan Tidore Utara.(Al/red).

Peliput : Al Tidore
Editor : Ridho Arief

Pos terkait

Screenshot_2021-08-16-16-18-33-23

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *