Beritadetik.id – Seorang siswi SMP berusia 16 tahun di Kabupaten Pulau Morotai diduga menjadi korban pemerkosaan oleh seorang pemuda berinisial GH (20). Pihak keluarga korban, melalui ayah korban YL, menyoroti lambatnya penanganan kasus ini oleh kepolisian, padahal laporan sudah dilayangkan sejak 19 Agustus 2025.
Peristiwa pilu ini terjadi pada Sabtu, 9 Juni 2025. Menurut penuturan YL, malam itu ia sedang berkumpul dengan GH dan beberapa teman lainnya dalam acara ulang tahun di rumah tetangga.
“Awalnya ada acara ulang tahun di tetangga rumah dan saya menyumbangkan sound system untuk karokean,” jelasnya kepada awak media pada Senin, 25 Agustus 2025.
Ia menambahkan bahwa dirinya bersama pelaku dan teman-temannya mengonsumsi minuman keras hingga tertidur. Saat listrik padam malam itu, pelaku diduga memanggil putri YL untuk meminta bantuan membelikan rokok. Korban sempat meminta uang Rp2.000 untuk membeli voucher Wi-Fi, dan pelaku menjawab, “Jangankan Rp2.000, Rp5.000 pun dia kasih.”
Pelaku kemudian meminta korban ikut ke rumahnya untuk mengambil uang tersebut. Sesampainya di rumah, pelaku melancarkan aksinya dengan menyekap dan membawa korban ke dalam kamar. Korban sempat melakukan perlawanan, namun tak berdaya menghadapi fisik pelaku yang lebih kuat.
YL menjelaskan bahwa ia baru mengetahui kejadian itu setelah melihat anaknya menangis dan menceritakan apa yang dialaminya. Sebelumnya, sang anak sudah menceritakan kepada ibunya, namun istrinya tidak berani memberi tahu YL.
“Setelah kejadian itu anak saya menceritakan ke istri saya, tetapi istri saya tidak berani menceritakan ke saya,” tutur YL.
“Sehingga ketika saya melihat anak saya menangis, saya langsung menanyakan dan dia menceritakan bahwa ia telah diperkosa oleh GH,” tambahnya.
Kasus ini telah dilaporkan ke Polres Pulau Morotai pada 19 Agustus 2025 dengan nomor polisi: STPL/130/VIII/SPKT/2025. Meskipun laporan sudah diterima, pihak keluarga merasa tidak ada kemajuan signifikan dalam penanganan kasus ini.
“Prosesnya masih jalan di tempat, belum ada penjelasannya,” keluh YL.
Yang lebih memprihatinkan, YL menduga pelaku masih bebas berkeliaran di desa dan bahkan masih mengonsumsi minuman keras.(red)
Editor : M. Bahrul Kurung











