Percepat Transisi Energi Hijau, PLN Siapkan Pembangunan PLTS 600 kWp di Pulau Morotai

Beritadetik.id – PT PLN (Persero) terus memperkuat komitmennya dalam menghadirkan energi bersih dan berkelanjutan bagi masyarakat melalui pengembangan pembangkit berbasis Energi Baru Terbarukan (EBT). Salah satu langkah strategis yang saat ini tengah dipersiapkan adalah pembangunan Pembangkit Listrik Tenaga Surya (PLTS) berkapasitas 600 kilo Watt peak (kWp) di Desa Juanga, Kabupaten Pulau Morotai, Provinsi Maluku Utara.

General Manager PLN Unit Induk Wilayah Maluku dan Maluku Utara, Noer Soeratmoko, mengatakan pembangunan PLTS ini merupakan wujud nyata komitmen PLN dalam mendukung transisi energi nasional sekaligus meningkatkan keandalan pasokan listrik bagi masyarakat.

“PLN terus berupaya menghadirkan listrik yang andal, ramah lingkungan, dan berkelanjutan. Kehadiran PLTS di Pulau Morotai diharapkan tidak hanya mendukung target energi bersih nasional, tetapi juga memberikan manfaat nyata bagi masyarakat dan mendorong pertumbuhan ekonomi daerah,” ujar Noer.

Bacaan Lainnya

Pembangunan PLTS 600 kWp di Desa Juanga menjadi salah satu langkah PLN dalam memperluas pemanfaatan energi baru terbarukan di wilayah kepulauan. Proyek ini dirancang untuk memperkuat sistem kelistrikan sekaligus mendukung pengurangan penggunaan bahan bakar fosil dan emisi karbon, sejalan dengan upaya pemerintah mencapai target Net Zero Emission (NZE).

Nantinya, pembangkit tersebut akan terintegrasi dengan sistem kelistrikan eksisting melalui skema hybrid, sehingga energi surya dapat dimanfaatkan secara optimal pada siang hari dengan tetap menjaga keandalan pasokan listrik bagi masyarakat.

Manager PLN UP3 Tobelo, Anton Tonapa, menjelaskan bahwa Desa Juanga dipilih karena memiliki potensi energi surya yang sangat baik serta didukung kondisi lahan yang memadai untuk pengembangan pembangkit ramah lingkungan.

“Pulau Morotai memiliki potensi energi surya yang besar. Melalui pembangunan PLTS ini, PLN ingin memanfaatkan potensi tersebut untuk menghadirkan energi yang lebih bersih, efisien, dan berkelanjutan bagi masyarakat,” kata Anton.

Selain mendukung pengurangan emisi karbon, pembangunan PLTS ini diharapkan mampu meningkatkan efisiensi operasional sistem kelistrikan sekaligus memperkuat ketahanan energi di wilayah kepulauan. Kehadiran pembangkit energi surya tersebut juga akan membantu mengurangi ketergantungan terhadap bahan bakar fosil serta mendukung pengembangan energi berkelanjutan di Pulau Morotai.

PLN meyakini kehadiran PLTS akan memberikan dampak positif bagi masyarakat melalui tersedianya pasokan listrik yang semakin andal untuk mendukung berbagai aktivitas produktif, mulai dari sektor perikanan, UMKM, perdagangan, pariwisata hingga pelayanan publik. Dukungan infrastruktur energi yang kuat diharapkan mampu mendorong pertumbuhan ekonomi daerah dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat.

PLN UP3 Tobelo juga mengapresiasi dukungan pemerintah daerah, aparat desa, tokoh masyarakat, dan seluruh pemangku kepentingan dalam mendukung rencana pembangunan tersebut. Sinergi yang baik antara PLN dan stakeholder menjadi faktor penting agar proyek dapat berjalan lancar serta memberikan manfaat jangka panjang bagi daerah.

Melalui pembangunan PLTS 600 kWp di Desa Juanga, PLN optimistis dapat mempercepat pemanfaatan energi baru terbarukan di Maluku Utara sekaligus menghadirkan listrik yang lebih andal, ramah lingkungan, dan berkelanjutan untuk mendukung masa depan Pulau Morotai yang lebih maju.(*).

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *