Warga Wailoba Kepsul Tolak Kehadiran PT Samalita Perdana Mitra

  • Whatsapp

Warga Wailoba, Mangoli Tengah, menolak kehadiran Perusahan kayu PT Samalita Perdana Mitra. || Foto : Imin Teapon.

Sanana – Warga Desa Wailoba, Kecamatan Mangoli Tengah, Kabupaten Kepulauan Sula (Kepsul), menolak kehadiran Perusahan PT Samalita Perdana Mitra untuk melaksanakan aktifitas di wilayah setempat.

“Sebelumnya perusahan ini beroperasi di Desa Auponhia dan Desa Buya, Kecamatan Mangoli Selatan pada tahun 2019-2020 lalu, dengan kegiatan melakukan penebangan liar antara dua desa tersebut. Karena itu rencana masuknya perusahaan kayu tersebut di Desa Wailoba, atas nama masyarakat menolak dengan keras,”kata Pemuda Desa Wailoba Safir Buamona, Selasa (18/05/2021).

Baca Juga : CPNS 2021 Dibuka 31 Mei-21 Juni, Ini Syarat dan Cara Daftarnya

Sejauh ini lanjut Safir, warga masyarakat tidak mengetahui PT Samalita Perdana Mitra atau PT Sula Baru, karena tidak ada pemberitahuan kepada masyarakat maupun tidak ada musyarawah dengan warga.

“Perusahaan ini diketahui masih sedang mengurus izin usaha di Ambon, Maluku. Terkait dengan itu, atas nama Pemuda dan warga masyarakat menolak kehadiran perusahaan tersebut,”akunya.

Ditegaskan apabila perusahaan ini memaksakan untuk beroperasi di Desa Wailoba, maka warga masyarakat di desa setempat tidak akan segan-segan untuk melakukan perlawanan.

Baca Juga : Jadwalkan Menuju Halut, KM. Nur Abadi Terbakar di Pelabuhan Mabapura Haltim

“Ada rekam jejak perusahaan ini di duga kuat telah merusak lingkungan saat beroperasi di Desa Buya dan Auponhia dengan cara melakukan penebangan liar, karena itu kami tidak akan biarkan perusahaan ini masuk dan beroperasi di desa kami,”tegasnya.

Sembari meminta kepada Pemerintah Kabupaten Kepulauan Sula (Kepsul), serta Pemerintah Provinsi (Pemprov) Maluku Utara (Malut) Agar tidak boleh mengeluarkan izin operasional terhadap perusahan PT Samalita Perdana Mitra atau PT Sula Baru.(min/red)

Pos terkait

Screenshot_2021-08-16-16-18-33-23

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *