Cerita Ibu Ona Warga Ternate, Jual Daun Pandan Demi Biaya Sekolah Anaknya

  • Whatsapp
Ibu Ona saat menjajaki Jualan Daun Pandan diatas Trotoar depan pasar Barito Ternate.

Keterbatasan ekonomi keluarga kadang menjadi alasan anak-anak putus sekolah dan bahkan ada pula yang sama sekali tidak merasakan duduk di bangku pendidikan, tapi itu tidak untuk Ibu Ona, ia tetap berjuang dengan nekat berpanas-panasan diatas trotoar untuk berjualan daun Pandan demi anaknya bisa mengenyang pendidikan. Berikut kisahnya

Reporter

Darmawan Jufri, Ternate

KAMIS (6/11/2020) sore itu jarum jam baru menunjukan pukul 15.00 WIT, terik matahari masih terasa di kawasan pasar Barito, Kota Ternate. Diatas trotoar yang sempit tampak terlihat sosok ibu bersama seorang anaknya duduk murung menjajaki jualan daun pandan-nya. Sekitar 15 menit tampak belum satupun pengunjung yang berhenti di depan Ibu Ona dan anaknya itu untuk membeli jualan mereka.

Saat di temui media ini, Ibu Ona warga Kelurahan Himo Himo, Kota Ternate itu mengisahkan, kalau kegiatan berjualan daun Pandan ini ia geluti sudah sejak lama demi memenuhi kebutuhan keluarganya termasuk biaya untuk sekolah anaknya.

“Saya berjualan ini biasa kalau hari Kamis itu dari pagi sampai sore baru pulang, lokasi jualan saya disini saja diatas trotoar karena tidak ada tempat,”ucap Ibu Ona sambil mengelus anaknya yang setia menemaninya berjualan daun pandan itu.

Ibu Ona, Penjual Daun Pandan Usai Diwawancarai Reporter beritadetik.id biro Kota Ternate

Dia bilang, walaupun berjulan diruang terbuka dan suasana panas sekalipun ia tetap bertahan dengan harapan daun pandan yang dijajaki dapat terjual habis sebelum pulang ke rumah. “Biar panas saya tetap berjualan demi biaya makan dan juga biaya sekolah anak saya,”tuturnya.

Ia menambahkan, daun pandan yang di iris itu dijual dengan harga Rp 10 ribu/kantong kertas ukuran kecil. Dia mengaku dari usaha jualanya ini kadang pendapatan yang ia dapat tidak menentu. Dalam sehari Ibu Ona bisa membawa pulang uang kadang hanya Rp 70 ribu paling sedikit, tapi dalam momen tertentu ia bisa mendapat untung sampai Rp 250 ribu dalam sehari.

“Kalau biasanya menjelang malam Jumat banyak pembeli itu saya bisa dapat sampai Rp 250 ribu, tapi kalau hari biasa tidak banyak. Pendapatan paling bagus berjualan daun pandan ini saat menyambut Bulan Ramadhan, karena memomen itu banyak yang berziarah kuburan,”ungkap wanita paru baya itu kepada beritadetik.id.

Kesempatan itu Ibu Ona mengeluhkan lokasi yang selama ini dijadikan tempat untuk berjualan daun pandan tersebut. “Diatas trotoar ini kami berjualan saling berebutan antara sesama penjual, siapa cepat dapat tempat, kalau terlambat kita tunggu sampai pedagang yang lain jualanya habis baru kita gantian,”sambung Ibu Ona.

Ibu Ona didampingi anaknya saat menunggu pembeli daun Pandan

Sembari mengaku, walaupun tak ada tempat yang layak untuk para pedagang yang ada, namun setiap saat mereka didatangi petugas penagih karcis untuk membayar retribusi pedagang kaki lima dari pihak Pemkot Ternate. “Karena kami yang berjualan diatas trotoar ini juga ditarik retribusi, maka tolong perhatikan dan sediakan tempat jualan buat kami yang layak,”harapnya.

Diujung wawancara, Ibu Ona menjelaskan fungsi daun Pandan selain bisa dapat dicampur dengan sayuran-sayuran saat masak sebagai pengharum masakan, daun Pandan ini juga bisa berfungsi mengobati penyakit kangker dan lainya.

Selain itu, daun pandan juga dipercaya dapat menjadi media spiritual untuk menghubungkan dengan arwah orang tua atau keluarga yang meninggal, karena arwah yang ada di alam kubur diyakini mendengarkan apa yang disampaikan peziarah di kubur.

Menurut dia, daun pandan itu juga banyak digunakan dalam berbagai ritual lainnya, seperti saat batahlil di rumah dalam rangka menyambut Bulan Suci Ramadhan atau kegiatan adat lainnya.

Banyaknya daun pandan dalam berbagai kegiatan ritual masyarakat Ternate mendorong setiap masyarakat di daerah ini, terutama yang memiliki lahan untuk menanamnya.(awan).

Pos terkait

Screenshot_2021-08-16-16-18-33-23

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *