Beritadetik.id – Tim SAR Gabungan Maritim dan Kepolisian Perairan dan Udara (Marnit Polairud) Pulau Morotai berhasil menyelesaikan operasi penyelamatan (Medivac) yang mendebarkan pada Kamis (02/10/2025).
Operasi ini menargetkan evakuasi seorang awak kapal (ABK) berbendera Panama, MV. PRINCE GOLD, yang mengalami luka serius dan membutuhkan bantuan medis darurat di perairan timur laut Pulau Morotai.
Peristiwa nahas ini menimpa Ha Dang Uy (39), warga negara Vietnam, pada Rabu (01/10/2025) pukul 12.00 UTC (sekitar pukul 21.00 WIT). Korban mengalami luka terbuka dan dalam yang serius di bagian perut saat kapal kargo tersebut dalam pelayaran dari Papua Nugini menuju Vietnam. Kapal kemudian mengubah arah menuju Pelabuhan Morotai, Indonesia, untuk mencari pertolongan medis.
Informasi kejadian diterima oleh MRCC pada Kamis (02/10/2025) pukul 02.00 WIT. Lokasi kejadian diperkirakan berada di timur laut Kepulauan Pulau Morotai, dengan koordinat 2°28’48.00″N /130°24’36.00″E, berjarak sekitar 150 Nautical Mile (Nm) dari USS Morotai.
Menindaklanjuti laporan darurat, Tim SAR Gabungan yang melibatkan unsur Polairud, Lanal Morotai, SROP, dan instansi terkait lainnya segera bergerak. Setelah berhasil menjalin komunikasi dengan MV. PRINCE GOLD pada pukul 11.45 WIT dan menentukan koordinat intercept, tim aju segera meluncur menggunakan Speed Boat milik masyarakat pada pukul 13.15 WIT untuk memberikan penanganan awal.
Meski sempat menghadapi hambatan seperti sulitnya komunikasi dengan kapal dan cuaca hujan deras di lokasi intercept (koordinat 02° 0’28.08″N/128°14’58.08″E), Tim SAR Gabungan Polairud Morotai tiba dan langsung memberikan pertolongan pertama pada pukul 13.24 WIT.
Mengingat kondisi korban yang kritis, diputuskan untuk segera merujuk Ha Dang Uy ke RSUD Morotai. Proses evakuasi dari kapal kargo yang besar tersebut dilakukan menggunakan RIB Trimaran milik Lanal Morotai, dengan pendampingan dua orang kru MV. PRINCE GOLD.
Setelah bergerak cepat dari lokasi intercept (pukul 15.03 WIT), korban berhasil dievakuasi dari MV. PRINCE GOLD pada pukul 15.50 WIT dan tiba di Pelabuhan Daruba Morotai pada pukul 16.10 WIT. Korban langsung dilarikan ke RSUD Soekarno Morotai untuk penanganan medis lebih lanjut.
Pada pukul 16.45 WIT, setelah melaksanakan debriefing dan evaluasi, Operasi SAR Gabungan Polairud Morotai dinyatakan selesai dan ditutup.
Korban telah dievakuasi dan diserahkan ke pihak rumah sakit dalam keadaan selamat. Keberhasilan operasi ini menunjukkan sinergi dan kesiapsiagaan tinggi dari seluruh unsur SAR yang terlibat di wilayah Maluku Utara.(*)











