Oknum Polisi Aniaya Polisi, Ibu Kandung Korban Minta Keadilan

Korban saat dirawat di RSUD Chasan Boesoirie Ternate.(Istimewa).
Korban saat dirawat di RSUD Chasan Boesoirie Ternate.(Istimewa).

Beritadetik.id – Bripda Rahmat Gazali Lumpah (21 Tahun) anggota Polda Maluku Utara terpaksa dirawat di RSUD Chasan Boesorie Ternate usai mendapat penganiayaan dari oknum anggota polisi di wilayah setempat pada Sabtu (14/1) pekan lalu.

“Sudah tiga hari Rahmat berada di rumah sakit, setelah diduga mengalami penganiayaan dari empat dari enam orang senior oknum polisi,”kata Yati Idrus, Ibu Kandung Korban.

Penganiayaan korban oleh enam oknum polisi tersebut, diduga dilakukan di belakang Gudang Dolog Kelurahan Markruburu Kecamatan Ternate Tengah Kota Ternate Provinsi Maluku Utara.

Yati Idrus ibu korban ketika dikonfirmasi sejumlah awak media, dirinya hanya meminta keadilan dan para pelaku yang menganiaya anaknya itu diberikan sanksi yang tegas agar kasus serupa tidak terulang.

Yati menceritakan kronologi peristiwa itu terjadi pada malam Sabtu sekira pukul 03.00 WIT.

“Saat itu anak saya pulang ke rumah lalu meminta saya antar ke rumah sakit karena mendapat penganiyaan,”ucap Yati.

Ibu kandung korban itu juga mengisahkan bahwa anaknya saat tiba di rumah nyaris sudah tak sadarkan diri.

“Anak kami bicara juga sudah tidak jelas, bahkan busa keluar dalam mulut, saya masukkan jari-jari ke dalam mulut, dan saya juga sudah menangis menangis melihat kondisi anak saya,”ungkap dia.

Beruntung saat tiba di rumah sakit, dokter langsung melakukan penanganan intensif.

Yati mengatakan, menurut cerita dari sang anak, malam kejadian itu, sang anak sedang menjalankan tugas piket, namun dia diminta oleh salah seorang senior untuk mengantarnya ke salah satu tempat, ternyata di sana sudah ada senior lainnya.

Lebih lanjut saat korban tiba di lokasi, di situ langsung terjadi penganiayaan.

Penganiyaan tersebut di lakukan dengan cara diinjak di bagian dada. Selain itu kaki korban juga terbentur ke sepeda motor yang tak jauh dari lokasi kejadian.

Tak sampai disitu, korban terus dihujani pukulan bahkan salah seorang senior menendang begitu keras yang mengenai tubuhnya.

“Anak saya sudah meminta untuk dihentikan karena merasa kepala sudah pusing tapi mereka tidak perduli, malah menanyakan berapa lama mengikuti pendidikan, sehingga baru begitu saja sudah pusing,”tukas dia.

Dia bilang, kondisi fisik anaknya malam itu sudah tidak kuat lagi karena sedang menjalankan tugas atau sedang berjaga di pos.

“Sebagai orang tua, harapan kami agar anak kami segera sembuh dan bertugas kembali seperti semula dan para pelaku dapat diproses hukum,”ujarnya.

Kepala Bidang Hubungan Masyarakat Polda Malut, Kombes Pol, Michael  Irwan Thamsil ketika ditemui sejumlah awak media, menegaskan bahwa peristiwa ini sudah dilaporkan oleh pihak keluarga dan sudah ditangani.

“Kasus saat ini masih dalam proses dan dipastikan bahwa kasus ini akan diproses sesuai dengan ketentuan dan aturan yang berlaku,”pungkasnya.(red).

Pos terkait

IMG-20230208-WA0017

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *