Beritadetik.id – Bangunan PAUD Negeri 22 di Desa Loleo, Kecamatan Morotai Utara, hingga kini belum bisa digunakan oleh para siswa. Gedung sekolah tersebut masih dalam kondisi dipalang oleh para pekerja proyek akibat sengketa pembayaran upah yang belum diselesaikan oleh pihak kontraktor, CV Toara Putra Mandiri.
Kepala Bidang Pembinaan PAUD dan Pendidikan Nonformal (PNFI) Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Pulau Morotai, Rahima Lastori, mengungkapkan bahwa pihaknya tengah menelusuri kebenaran informasi terkait tunggakan upah sebesar Rp10 juta tersebut.
”Kami sedang mengupayakan konfirmasi kepada pihak ketiga (kontraktor). Kami ingin memastikan kejelasan informasinya dan meminta bukti pembayarannya,” ujar Rahima saat dikonfirmasi, Rabu (29/4/2026).
Rahima menjelaskan, berdasarkan penelusuran lapangan, pemalangan tersebut memang dipicu oleh belum adanya penyelesaian pembayaran upah kepada pekerja. Ia menyebutkan bahwa hingga saat ini, pihak kontraktor sulit dihubungi dan keberadaannya tidak diketahui.
“Kalau memang betul-betul belum terbayar, berarti alasan pemalangan itu jelas. Namun, jika ternyata sudah terbayar, kami harus tahu apa alasan sebenarnya di balik aksi ini,” tambahnya.
Sebagai informasi, proyek pembangunan gedung sekolah tersebut sebenarnya telah rampung sejak akhir Desember 2025. Namun, akibat sengketa antara pekerja dan kontraktor, aktivitas belajar mengajar di sekolah tersebut terpaksa terhenti.
Rahima menekankan bahwa Dinas Pendidikan tidak ingin membiarkan masalah ini berlarut-larut karena akses pendidikan siswa menjadi taruhannya. Ia menyarankan perlunya mediasi yang melibatkan Kepala Dinas Pendidikan dan pihak kontraktor untuk mencari solusi secepatnya.
“Sangat disayangkan jika peserta didik menjadi korban. Aktivitas sekolah harus berjalan semestinya agar tidak menimbulkan trauma bagi anak-anak. Kami harap masalah ini segera diselesaikan,” tegasnya.
Terkait teknis pelaksanaan proyek, Rahima mengarahkan agar konfirmasi lebih mendalam dapat ditanyakan kepada Kasubbag Perencanaan Dinas Pendidikan, Didi, yang bertanggung jawab atas penganggaran proyek tersebut.
”Untuk detail pelaksanaannya, silakan dikonfirmasi ke Pak Didi karena beliau yang menangani penganggaran proyek tersebut. Kami saat ini fokus pada penyelesaian administratif dan mediasi agar sekolah bisa segera dibuka kembali,” tutupnya. (*)











