Beritadetik.id – Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Kabupaten Pulau Morotai, Fahmi Usman, memberikan klarifikasi tegas terkait perkembangan pembangunan jalan tani di wilayahnya. Ia menyatakan bahwa hingga saat ini, progres fisik di lapangan telah mencapai 13,215 kilometer dari total target keseluruhan sepanjang 15 kilometer.
Pernyataan ini sekaligus mematahkan spekulasi yang berkembang di masyarakat yang menyebutkan bahwa volume pengerjaan baru menyentuh angka 9 kilometer. Menurut Fahmi, data riil di lapangan jauh melampaui isu yang beredar tersebut.
Meski progres berjalan signifikan, Fahmi mengakui adanya sejumlah kendala teknis yang cukup berat. Kondisi medan yang terjal serta struktur tanah yang berlumpur memaksa tim di lapangan bekerja ekstra, yang berdampak pada pembengkakan biaya operasional.
“Misalnya di Desa Mira, kami harus melakukan pemotongan gunung karena kontur lahan yang terlalu tinggi. Begitu juga dengan area berlumpur yang membutuhkan material lebih tebal. Hal ini tentu menguras tenaga dan biaya yang melebihi perencanaan awal,” ungkap Fahmi, Minggu (4/1/2026).
Selain faktor geografis, tingginya intensitas curah hujan dan kerusakan alat berat juga menjadi faktor penghambat yang memperlambat mobilisasi pekerjaan di lokasi.
Secara transparan, Fahmi merinci distribusi volume pekerjaan yang telah diselesaikan di berbagai titik, antara lain:
Desa Cao Muhajirin: 4 kilometer
SP1 Desa Morodadi: 3,5 kilometer
Desa Rahmat: 3,5 kilometer
Kong-kong/Gotalamo: 1,5 kilometer
Sangowo Timur: 500,75 meter
Desa Waringin: 140 meter
Saat ini, tersisa 1,785 kilometer pekerjaan yang belum terselesaikan. Sisa volume tersebut akan difokuskan pada dua wilayah, yakni Desa Sambiki dan Desa Morodadi, dengan masing-masing porsi pengerjaan sepanjang 892 meter.
Fahmi optimis sisa target tersebut dapat segera dituntaskan begitu kondisi alam mendukung. “Kami tinggal menunggu cuaca membaik agar alat berat bisa dikerahkan kembali ke lokasi. Dengan curah hujan yang tinggi saat ini, pengerjaan belum memungkinkan untuk dipaksakan,” pungkasnya.(red)











