Halut Tetapkan Status Tanggap Darurat, Banjir dan Longsor Terjang 3 Kecamatan

Beritadetik.id – Pemerintah Daerah Kabupaten Halmahera Utara resmi menetapkan status Tanggap Darurat Bencana menyusul musibah banjir dan tanah longsor yang melanda Kecamatan Kao Barat, Galela Utara, dan Loloda Utara. Keputusan ini diambil setelah hujan deras mengguyur wilayah tersebut sejak Selasa (6/1) malam.

Dalam keterangan pers di Kantor Bupati pada Rabu (07/01/2026), Bupati Halmahera Utara, Dr. Piet Hein Babua, didampingi Wakil Bupati Dr. Kasman Hi. Ahmad, Sekda, perwakilan Polres, Kodim 1508 Tobelo, serta BPBD, menegaskan bahwa pemerintah bergerak cepat menangani situasi ini.

​Di wilayah Kao Barat, luapan sungai akibat intensitas hujan tinggi merendam enam desa, yakni:

Bacaan Lainnya
Iklan IWIP
IMG-20241011-WA0008
previous arrow
next arrow

​Desa Soamaetek

​Desa Pitago

​Desa Tuguis

​Desa Parseba

​Desa Bailengit

​Desa Tubuolamo

“Masyarakat di desa-desa tersebut telah mengungsi. Pemda sudah menyalurkan bantuan stimulan, dan saat ini BPBD tengah melakukan pendataan menyeluruh untuk memastikan semua warga terdampak mendapatkan bantuan,” ujar Bupati Piet Hein Babua.

​Kecamatan Galela Utara juga mengalami dampak serius. Desa Saluta, Turunaluleo, Togasa, dan Pelita terendam akibat luapan Sungai Pitago. Selain merendam pemukiman, bencana ini menyebabkan kerusakan infrastruktur.

“Dua jembatan mengalami kerusakan sehingga kendaraan besar tidak dapat melintas. Selain itu, kami menyampaikan duka mendalam karena terdapat satu korban jiwa di Desa Pelita akibat bencana ini,” ungkap Bupati.

Sementara itu, kondisi di Kecamatan Loloda Utara sangat memprihatinkan. Titik bencana tersebar di Desa Ngajam, Worimoi, Doitia, dan Asimiro. Di Desa Ngajam, dilaporkan terjadi tanah longsor yang menimpa sejumlah rumah warga.

Namun, tim BPBD menghadapi kendala besar dalam proses evakuasi dan penyaluran bantuan:

​Akses Darat: Jalan tertutup lumpur pekat dan genangan air, sehingga tim hanya mampu mencapai Desa Tate.

​Akses Laut: Upaya menembus lokasi via jalur laut terhambat oleh cuaca ekstrem dan gelombang tinggi.

​Meski terkendala cuaca dan medan yang sulit, Bupati memastikan pemerintah tidak tinggal diam. Koordinasi terus dilakukan dengan Kepala Desa dan Puskesmas setempat untuk memastikan pelayanan kesehatan tetap berjalan optimal bagi para pengungsi.

“Pemda terus berupaya maksimal untuk menjangkau seluruh lokasi bencana. Pelayanan terbaik bagi masyarakat terdampak adalah prioritas utama kami saat ini,” pungkasnya.(mik/red)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *