Beritadetik.id – Dalam semangat Sumpah Pemuda yang hampir berusia satu abad, Forum BEM Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) hari ini mengeluarkan maklumat tegas yang berbunyi, “Maklumat Pemuda Jogja, Bangun Persatuan, Rebut Kedaulatan Rakyat.”
Maklumat ini menjadi penegasan bahwa semangat persatuan tidak boleh mati di tengah kian maraknya kepalsuan kekuasaan dan dominasi oligarki. Bagi mahasiswa dan pemuda Jogja, Sumpah Pemuda bukan sekadar ritual sejarah, melainkan api perlawanan yang harus terus dijaga oleh generasi muda.
Mahasiswa dan pemuda Jogja menyatakan berdiri di garis depan perjuangan, menolak tunduk pada politik transaksional, kekuasaan yang merampas hak rakyat, serta kebijakan yang menindas. Mereka menegaskan, inilah saatnya pemuda dan mahasiswa bangkit, bukan hanya menjadi penonton sejarah, tetapi menulis ulang arah bangsa dengan tinta perlawanan.
Forum BEM DIY melancarkan kritik tajam, menyoroti bahwa pemerintahan saat ini dinilai telah mengkhianati idealisme bangsa demi pragmatisme kekuasaan. Mereka melihat demokrasi yang dulu diperjuangkan dengan darah kini diganti dengan politik pencitraan dan kooptasi militer dalam ruang sipil. Sementara itu, rakyat dibiarkan lapar, pendidikan dijadikan barang dagangan, dan hukum dimanfaatkan sebagai alat kekuasaan semata.
“Dari kampus hingga desa, dari pasar hingga pabrik, jeritan rakyat kian tenggelam oleh kebijakan yang berpihak pada elite,” tegas Koordinator Umum BEM DIY, Faturahman A. Djaguna, pada Rabu (29/10/2025).
Dalam seruannya, pemuda dan mahasiswa Jogja menyatakan bahwa persatuan sejati adalah keberanian kolektif untuk melawan ketidakadilan, bukan keseragaman dalam kepatuhan.
Jogja, yang dikenal sebagai kota pelajar dan budaya, ditegaskan kembali perannya sebagai rahim pergerakan intelektual dan barometer Gerakan Nasional. Dari tanah ini, semangat revolusi, reformasi, dan pembebasan telah tumbuh subur.
Forum BEM DIY menegaskan bahwa tugas pemuda hari ini bukan hanya belajar, tetapi juga berpikir kritis, berani bersuara, dan turun tangan membela rakyat. Mereka menyoroti bahwa kedaulatan rakyat tidak akan pernah hadir selama rakyat hanya dijadikan objek pembangunan.
Untuk itu, Forum BEM DIY menyerukan “Gerakan Intelektual Jalanan“—sebuah gerakan yang menyatukan nalar kampus dengan denyut nadi rakyat—untuk merebut kembali kedaulatan yang dirampas oleh sistem politik yang dinilai busuk.
Spirit perjuangan Sumpah Pemuda hari ini adalah membongkar kepalsuan demokrasi. BEM DIY menolak proyek-proyek oligarki, militerisasi kebijakan sipil, birokrasi pendidikan yang menindas, dan mendesak reformasi total terhadap Polri.
Mereka menyerukan kepada seluruh mahasiswa dan pemuda di Indonesia untuk kembali menghidupkan nilai keberanian moral, menolak diam, menolak tunduk, dan menolak kompromi terhadap ketidakadilan.
“Sebab diamnya intelektual adalah tanda matinya nurani bangsa,” ujar Faturahman.
Kedaulatan rakyat, lanjutnya, hanya dapat ditegakkan ketika pemuda dan mahasiswa kembali menjadi subjek sejarah, bukan penonton. Forum BEM DIY mengakhiri maklumatnya dengan seruan untuk menyatukan langkah: “Pemuda Jogja Bersatu, Rakyat Berdaulat, Runtuhkan kekuasaan yang menindas.”
Sebagai bentuk nyata sikap perlawanan, Forum BEM DIY mengeluarkan 12 tuntutan mendesak kepada pemerintah pusat dan daerah, yang meliputi:
1 Reorientasi kebijakan pendidikan dan kesehatan agar berpihak pada rakyat, bukan komoditas.
2 Hentikan politisasi TNI dan kembalikan fungsi militer pada bidang pertahanan negara.
3 Lakukan reformasi menyeluruh terhadap Polri.
4 Segera lakukan Reformasi Partai Politik dan kembalikan Daulat rakyat.
5 Buka kembali ruang partisipasi publik dan transparansi legislasi.
6 Evaluasi total atau Hentikan program Makan Bergizi Gratis.
7 Sahkan Undang-undang Perampasan Aset dan Sahkan Undang-undang Hukum Adat.
8 Hentikan proyek-proyek eksploitatif (seperti Food Estate, Danantara, dan PSN) dan ganti dengan kebijakan pembangunan berkeadilan.
9 Bebaskan Aktivis Jogja yang ditahan dan seluruh Tahanan Politik di Indonesia.
10 Tegakkan kembali prinsip supremasi sipil, negara hukum, dan keadilan sosial.
11 Mendesak DPRD dan Pemerintah DIY untuk Segera mengatur dan Sahkan PERDA tentang Pendidikan Gratis.
12 Segera Tuntaskan persoalan sampah di DIY dan bentuk TPS yang berkemanusiaan.
**
















