Beritadetik.id – Bupati Kabupaten Pulau Morotai, Rusli Sibua, menegaskan bahwa dirinya memberikan tekanan kepada para kepala desa untuk segera membenahi desa mereka tanpa campur tangan dari Dinas Pemberdayaan Masyarakat Desa (PMD).
Penegasan ini disampaikan Bupati saat acara pembukaan kembali Sekolah Menengah Pertama (SMP) Negeri 21 di Desa Pangeo, Kecamatan Morotai Jaya, pada Selasa (8/7/2025).
Dalam sambutannya, Bupati Rusli Sibua mengungkapkan bahwa ia belum sempat memeriksa kinerja aparat desa secara langsung, namun banyak keluhan dari masyarakat terkait kondisi desa.
“Saya belum cek aparat desa karena lagi ramai jadi sekali lagi saya minta para Kepala coba benahi desanya komunikasi yang baik dengan masyarakat jangan sampai ada keluhan masyarakat,” tegasnya.
Menurut Bupati, aspirasi masyarakat untuk memberhentikan kepala desa yang kinerjanya kurang memuaskan cukup tinggi. Namun, ia menekankan pentingnya pembinaan terlebih dahulu.
“Tapi kan tidak begitu harus dibina dulu seperti sekarang ini karena memang setelah kami evaluasi dan membandingkan dengan yang dulunya bukan karena dulu saya Bupati tapi memang dulu ada banyak perubahan,” bebernya.
Ia mengenang masa lalu saat program Satu Desa Satu Miliar (SDSM) mampu membawa perubahan signifikan, namun kini ia melihat banyak desa yang belum menunjukkan perbaikan berarti.
Oleh karena itu, Bupati secara gamblang menyampaikan agar para kepala desa mulai sekarang mengatur dan mengelola desa sesuai dengan kebutuhan masyarakat. Ia menegaskan bahwa PMD, bahkan dirinya sebagai Bupati, tidak boleh mencampuri kewenangan desa.
“Oleh karena itu saya sudah bilang para kepala desa mulai sekarang atur dengan sesuai kebutuhan masyarakat tidak boleh lagi PMD mencampuri kewenangan desa termasuk saya,” tegas Rusli Sibua.
Dengan demikian, seluruh proses pembangunan dikembalikan kepada desa bersama dengan kepala desa untuk membangun desanya sendiri. Bupati menekankan pentingnya peran masyarakat dalam mengawasi kinerja pemerintah desa.
“Jadi kerja pemerintah desa masyarakat turut mengawasi kalau kepala desa kerjanya belum betul berarti masyarakat muda untuk mengetahui,” tuturnya.
Selain itu, Bupati juga menginstruksikan para Camat untuk aktif mengawasi dan menegur kepala desa yang tidak bekerja sesuai aturan.
“Saya kira itu yang selalu saya ingatkan berulang kali supaya kedepan bisa lebih baik, sekarang ini efisiensi itu artinya penghematan anggaran maka kita coba atur sedemikian rupa sehingga pembangunan desa mengunakan DD itu bisa efektif dan efisien,” imbuhnya.
Bupati menambahkan bahwa hal ini sejalan dengan target pemerintah pusat untuk membangun dari desa, dan desa-desa harus berkembang dengan baik, tidak asal-asalan.(red)
Editor : M. Bahrul Kurung


















