Beritadetik.id – Bupati Pulau Morotai, Rusli Sibua, bersama Sekretaris Daerah Muhammad Umar Ali, melaksanakan panen raya cabai keriting yang diselenggarakan oleh Dinas Pertanian di Desa Tanjung Saleh, Kecamatan Morotai Utara, pada Selasa (8/7/2025).
Dalam panen raya ini, berhasil dipanen sebanyak 2.200 kg cabai keriting, sebuah pencapaian yang diharapkan dapat memperkuat ketahanan pangan di daerah tersebut.
Acara panen raya ini turut dimeriahkan dengan pemberian bantuan alat pertanian kepada kelompok tani setempat. Bupati Rusli Sibua secara langsung menyerahkan mesin pemanen cabai, yang diharapkan dapat meningkatkan efisiensi dan produktivitas petani di Desa Tanjung Saleh.
Kepala Desa Tanjung Saleh, Nurman Mandea, menyambut baik kehadiran Bupati dan rombongan. Ia mengungkapkan bahwa kunjungan ini menjadi spirit dan motivasi besar bagi pemerintah desa, kelompok tani, dan seluruh masyarakat Tanjung Saleh.
Nurman juga menegaskan komitmennya untuk mengelola anggaran desa dengan baik, sesuai arahan Bupati.
“Ini adalah program ketahanan pangan yang dikelola dengan tantangan yang sangat luar biasa, dan prosesnya cukup panjang. Kami tidak bosan-bosan selalu berkoordinasi dengan Dinas Pertanian yang selalu membantu kami sehingga panen ini bisa dilaksanakan,” tutur Nurman, menggarisbawahi upaya kolaboratif yang telah dilakukan.
Nurman Mandea, mewakili kelompok tani dan masyarakatnya, juga menyampaikan kepada Bupati bahwa lahan pertanian mereka siap dibuka seluas-luasnya untuk pengembangan sektor pertanian. Bahkan, ia telah memiliki rencana strategis untuk tahun mendatang.
“Rencana kami di 2025 ini, anggaran Ketapang (ketahanan pangan) kurang lebih Rp57 juta, kami fokus pada penanaman buah semangka dan buah melon, itu target kami,” ujarnya.
Pemerintah Daerah Pulau Morotai juga menyatakan kesiapannya untuk mendukung penuh kelompok tani yang aktif mendorong program ketahanan pangan. Salah satu bentuk dukungan konkret adalah memobilisasi alat berat untuk membantu pembukaan lahan pertanian mereka.
Mewakili Bupati, Sekda Muhammad Umar Ali menekankan pentingnya keberlanjutan panen hortikultura. Ia menyoroti pengalaman di bulan Juni awal, ketika harga cabai di Morotai mencapai Rp100.000 hingga Rp120.000, yang bahkan menyebabkan teguran dari pemerintah pusat.
“Harga komoditas itu terlalu tinggi, sementara warga Morotai bisa menanam sendiri,” jelas Sekda.
Oleh karena itu, Sekda mendorong agar semua pihak menggalakkan program ketahanan pangan, baik di sektor pertanian maupun perikanan. Menurutnya, hal ini harus menjadi fokus utama agar Morotai tidak lagi bergantung pada pasokan dari luar, seperti dari Manado.
“Jika itu bisa, Morotai yang menjual hortikultura di Tobelo dan di Ternate. Setelah panen ini selesai, harus kembali menanam lagi. Nanti Pemda bantu sesuai dengan kondisi keuangan daerah,” tegasnya, menunjukkan komitmen Pemda dalam mendukung swasembada pangan.(red)
Editor : M. Bahrul Kurung











