Oknum Polisi Intimidasi Warga di Kepulauan Sula Berakhir Damai 

Polisi Kepulauan Sula Saat Diwawancarai Wartawan. (Istimewa).

SANANA, Beritadetik.id – Tindakan oknum Polisi mengintimidasi dan diduga menodongkan senjata kepada sejumlah warga Desa Fogi, Kecamatan Sanana, Kabupaten Kepulauan Sula, berakhir damai.

Mediasi antara terduga pelaku inisial RL dengan korban HY serta dua orang Ibu Rumah Tangga (IRT) inisial SU dan EB berlangsung di ruang Propam Polres Sula, Jumat 2 September 2022.

“Mediasi tersebut di tangani oleh Kasi Propam Polres Sula, setelah di periksa Pelapor dan Terlapor,”kata Kuasa Hukum korban, Kuswandi Buamona kepada wartawan.

Bacaan Lainnya

Menurutnya, dalam mediasi ini korban dan juga terduga pelaku dipertemukan lalu saling memaafkan atas insiden yang terjadi.

“Setelah selesai mediasi pihak pelapor dan terlapor saling memaafkan sekaligus korban mencabut laporan yang disampaikan ke Polres pada Kamis malam,”ungkap Kuswadi.

Terpisah Kapolres Kepulauan Sula, AKBP Cahyo Widyatmoko mengatakan, terkait insiden dugaan Oknum Polisi intimidasi Warga sudah selesai secara kekeluargaan.

Cahyo juga mengaku pihak Polres Kepulauan Sula tak akan segan-segan menindak anggotanya melakukan kesalahan saat menjalankan tugas.

“Terkait dengan Penodongan senjata yang dilakukan oknum Polisi kepada warga, setelah dilakukan pendalaman ternyata informasi itu tidak betul,”tutupnya.

Seperti diberitakan sebelumnya, RL selaku oknum anggota Polres Sula dilaporkan oleh korban HY Warga Desa Fogi, Kecamatan Sanana atas dugaan intimidasi dan penodongan senjata kepada korban pada Rabu 31 Agustus 2022.

Pasalnya, HY diduga dianiaya oknum Polisi karena dituduh menyembunyikan salah satu warga berinisial N yang di incar atas kasus pencurian.

Selain HY, dua orang Ibu Rumah Tangga (IRT) inisial SU dan EB asal Desa Fogi kepada wartawan juga mengaku mendapat intimidasi dari oknum polisi tersebut.

Pasalnya, tindakan oknum polisi itu membuat salah seorang korban inisial SU ketakutan sampai kencing celananya saat kejadian itu berlangsung.

Insiden tersebut diungkapkan sendiri oleh SU ibu rumah tangga di desa setempat yang mengaku ikut menjadi korban dari masalah ini.(nox/red).

 

Peliput : Noho Ahmad

Editor   : Ridwan Arief

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *