Beritadetik.id – Sekolah Menengah Atas (SMA) Negeri 1 Pulau Morotai resmi membuka Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) untuk tahun ajaran baru. Pada tahun ini, kuota yang disediakan oleh Pemerintah Provinsi Maluku Utara untuk sekolah tersebut adalah sebanyak 258 siswa, setelah sebelumnya meluluskan sebanyak 209 siswa-siswi.
Plt Kepala Sekolah SMA Negeri 1 Pulau Morotai, Magdalena, menjelaskan bahwa proses pendaftaran telah dimulai sejak tanggal 4 Juni dan akan berlangsung hingga 15 Juni 2026. Berbeda dengan sekolah lain, SMA Negeri 1 menjadi satu-satunya sekolah di Kabupaten Pulau Morotai yang menerapkan sistem pendaftaran secara daring (online).
”Pendaftarannya menggunakan sistem daring dan semuanya dikelola langsung oleh panitia di tingkat provinsi,” ungkap Magdalena saat ditemui wartawan di ruang kerjanya, Senin (8/6/2026).
Magdalena membeberkan bahwa alur PPDB tahun ini mengalami sedikit perubahan dibandingkan tahun lalu. Terdapat empat jalur yang dibuka, diantaranya jalur Prestasi, Afirmasi, Mutasi (perpindahan tugas orang tua), dan Domisili (zonasi).
“Kalau tahun lalu, semua siswa mendaftar dulu baru hasil pengumuman keluar bersamaan. Tetapi sekarang sistemnya bertahap; jalur prestasi dan afirmasi diproses terlebih dahulu hingga keluar hasilnya, baru kemudian menyusul jalur domisili dan mutasi,” jelasnya.
Perubahan sistem dan minimnya literasi digital di kalangan masyarakat membuat sejumlah orang tua murid dan calon siswa baru merasa kebingungan. Mengantisipasi kendala tersebut, pihak sekolah berinisiatif membentuk tim khusus untuk mendampingi pendaftar.
“Sebenarnya dari provinsi tidak ada panitia di sekolah, kami di sini hanya sebagai ‘bayangan’ saja. Pihak sekolah berinisiatif membantu memfasilitasi orang tua maupun siswa yang masih bingung atau mengalami kendala teknis saat mendaftar lewat aplikasi,” tambah Magdalena.
Pihak sekolah juga menegaskan bahwa kuota sebesar 258 siswa bersifat mutlak. Jika jumlah pendaftar melebihi kuota tersebut, maka otomatis sistem akan menggeser siswa ke sekolah lain karena kuota tidak boleh melebihi ketentuan provinsi.
Terkait dengan biaya administrasi, Magdalena menjamin bahwa seluruh proses PPDB di SMA Negeri 1 Pulau Morotai tidak dipungut biaya sepeser pun alias gratis. Hal ini sudah menjadi ketentuan baku dari pemerintah provinsi. Sementara untuk kegiatan belajar mengajar ke depan, sekolah tetap konsisten menerapkan Kurikulum Merdeka Belajar.
Sebagai langkah evaluasi ke depan, pihak sekolah berencana melakukan jemput bola pada tahun 2027 mendatang.
“Kami berencana turun langsung melakukan sosialisasi ke SMP-SMP yang menjadi sasaran. Tujuannya agar para siswa dan orang tua paham betul cara mendaftar secara daring, sehingga tidak ada lagi kebingungan di tahun-tahun berikutnya,” harapnya.
Selain fokus pada penerimaan siswa baru, Magdalena juga memberikan informasi terkait ijazah bagi 209 siswa yang baru saja dinyatakan lulus. Ia menyampaikan bahwa dokumen kelulusan tersebut sudah selesai ditandatangani dan siap diterima.
“Ijazah sudah siap, tinggal diambil saja oleh siswa yang bersangkutan. Untuk sistem kelulusan kali ini, ada lampiran nilai khusus yang juga sudah disiapkan oleh pihak sekolah,” pungkasnya. (Red)








