Beritadetik.id – Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (PPPK) Angkatan 2024 Kabupaten Pulau Morotai membantah tuduhan yang menyebut Pemerintah Daerah (Pemda) lebih memprioritaskan penyelenggaraan turnamen domino ketimbang membayar gaji PPPK yang menunggak selama tiga bulan.
Koordinator PPPK Morotai, Marjan Kota, menegaskan bahwa narasi yang beredar di salah satu media online tersebut menyesatkan dan tidak sesuai fakta di lapangan.
“Informasi yang beredar di salah satu media online tidak menggambarkan kondisi yang sebenarnya. Keterlambatan pembayaran gaji PPPK bukan disebabkan oleh anggaran yang dialihkan untuk kegiatan turnamen domino,” tegas Marjan, Rabu (22/7/2026).
Marjan meluruskan bahwa total hadiah untuk turnamen domino tersebut hanya bernilai Rp50 juta. Dari jumlah itu, Rp30 juta merupakan sumbangan pribadi dari Wali Kota Tidore Kepulauan, Muhammad Sinen, selaku Ketua Persatuan Olahraga Domino Indonesia (PORDI) Provinsi Maluku Utara.
“Teman-teman PPPK perlu mengetahui bahwa total bonus turnamen domino hanya Rp50 juta, dan sekitar Rp30 juta berasal dari sumbangan Wali Kota Tidore, Muhammad Sinen. Jadi, anggaran kegiatan tersebut tidak bisa dikaitkan dengan pembayaran gaji PPPK,” ungkapnya.
Marjan mengakui bahwa dirinya dan sesama PPPK memang merasakan dampak finansial dari keterlambatan ini. Meski demikian, ia meminta seluruh rekan-rekannya untuk tetap tenang dan tidak terprovokasi isu yang belum pasti.
Pihaknya juga telah mengawal persoalan ini secara langsung melalui Rapat Dengar Pendapat (RDP) bersama DPRD Kabupaten Pulau Morotai dan jajaran Pemda.
”Hasil hearing di DPRD kemarin, DPRD dan Pemda telah duduk bersama membahas persoalan ini. Pemda masih terus berupaya melakukan koordinasi dan menunggu surat dari pemerintah pusat, khususnya Kemendagri, terkait pendanaan pembayaran gaji PPPK. Kami berharap seluruh teman-teman PPPK tetap bersabar,” pungkas Marjan. (*)









