Pemprov Malut dan Putera Sampoerna Foundation Kolaborasi Tingkatkan Kualitas Pendidikan

Kegiatan pelatihan yang dipusatkan di Kota Ternate, pada 20–24 Juli 2026 lalu.(Istimewa).
Kegiatan pelatihan yang dipusatkan di Kota Ternate, pada 20–24 Juli 2026 lalu.(Istimewa).

Beritadetik.id – Pemerintah Provinsi Maluku Utara (Malut) bersama Putera Sampoerna Foundation (PSF) sukses melaksanakan kegiatan pelatihan yang dipusatkan di Kota Ternate, pada 20–24 Juli 2026 lalu.

Tercatat sebanyak 90 guru dan tim manajemen sekolah yang mengikuti kegiatan tersebut. Program ini diwujudkan sebagai komitmen meningkatkan kualitas pendidikan di Maluku Utara.

Kegiatan ini merupakan rangkaian pelatihan dan pendampingan kedua dalam Program Guru Transformasi yang berfokus pada Asesmen dan Media Pembelajaran bagi guru serta Standar Pembelajaran bagi kepala sekolah.

Bacaan Lainnya

Para guru dibekali kemampuan menyusun asesmen yang autentik serta mengembangkan media pembelajaran digital yang kreatif dan relevan dengan kebutuhan peserta didik.

Sementara itu, para kepala sekolah memperkuat kapasitas dalam membangun standar tata kelola pembelajaran yang tidak hanya terdokumentasi dalam prosedur operasional (SOP), tetapi juga diterapkan secara nyata dalam praktik kepemimpinan dan pengelolaan sekolah sehari-hari.

Pelatihan yang berlangsung selama 5 hari tidak berhenti di ruang kelas. Para peserta guru langsung menerapkan pengetahuan yang diperoleh melalui lesson study.

Kegiatan ini sebagai pendekatan pembelajaran kolaboratif yang memberi kesempatan kepada guru model untuk mempraktikkan pembelajaran di kelas, sementara guru lainnya berperan sebagai observer yang memberikan masukan dan refleksi.

Melalui proses ini, para guru tidak hanya belajar dari materi pelatihan, tetapi juga dari pengalaman nyata dan praktik baik rekan sejawat sehingga peningkatan kompetensi menjadi lebih kontekstual, kolaboratif, dan berkelanjutan.

Bagi para peserta, program ini memberikan manfaat yang langsung dapat diterapkan di sekolah. Hal serupa disampaikan Fredek Salu, Kepala Sekolah SMAN 11 Kota Ternate, yang mengikuti kelas Tim Manajemen Sekolah.

Menurutnya, materi mengenai standar pembelajaran dan pendampingan penyusunan program sekolah memberikan arah yang lebih jelas dalam menyusun program peningkatan mutu di sekolah.

Program Guru Transformasi sendiri diawali dengan kegiatan profiling pada tahun 2025 untuk memetakan kebutuhan pengembangan kompetensi guru dan kepala sekolah di Provinsi Maluku Utara.

Hasil pemetaan tersebut menjadi dasar penyusunan program yang relevan dengan tantangan dan kebutuhan di lapangan.

Melalui kolaborasi ini, Pemerintah Provinsi Maluku Utara dan Putera Sampoerna Foundation mendorong penguatan kapasitas guru dan tim manajemen sekolah melalui perencanaan berbasis data, penerapan strategi pembelajaran mendalam, penguatan literasi dan numerasi, serta praktik pembelajaran yang berpusat pada peserta didik.

Program Guru Transformasi diharapkan tidak hanya meningkatkan kompetensi individu pendidik, tetapi juga memperkuat budaya belajar di sekolah sehingga mampu menciptakan lingkungan pembelajaran yang lebih berkualitas, inklusif, dan berdampak bagi peningkatan hasil belajar peserta didik di Provinsi Maluku Utara.(*).

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *