Karhutla Halut Meluas, Bupati Kerahkan Lintas Sektor

Beritadetik.id – Kebakaran hutan dan lahan (Karhutla) di Kabupaten Halmahera Utara semakin meluas. Data Satgas Gabungan mencatat terdapat 120 titik api yang tersebar di 69 desa pada 16 dari 17 kecamatan, dengan luas area terdampak sekitar 508,6 hektare.

Bupati Halmahera Utara Piet Hein Babua mengatakan kondisi tersebut membutuhkan penanganan secara bersama dengan melibatkan seluruh unsur terkait.

“Penanganan Karhutla tidak bisa dilakukan sendiri. Penguatan peralatan, pasokan air, pencegahan, keselamatan petugas, dukungan dunia usaha dan penegakan hukum harus berjalan bersamaan,” kata Piet Hein Babua dalam rapat penanganan Karhutla di Kantor Bupati Halmahera Utara, Senin (21/9/2026).

Bacaan Lainnya

Menurut Piet Hein, keterbatasan peralatan pemadam dan pasokan air masih menjadi kendala di sejumlah wilayah. Karena itu, pemerintah daerah menggandeng dunia usaha untuk memperkuat dukungan sarana penanganan Karhutla.

PT Niko diminta menyediakan tiga unit kendaraan penampung air. Sementara PT Nusa Halmahera Minerals (NHM) berkomitmen menyediakan 42 unit tandon air.

“Dukungan dari dunia usaha sangat dibutuhkan, terutama untuk memperkuat ketersediaan air di wilayah yang sulit dijangkau,” ujar Piet Hein.

Sebanyak 22 tandon NHM akan ditempatkan di 11 desa di Kecamatan Kao Teluk, masing-masing dua unit per desa. Sementara 20 unit lainnya dialokasikan untuk mendukung operasional armada OPD.

Kepala BPBD Halmahera Utara Hentje Hetharia menjelaskan, pemantauan titik api masih terus dilakukan di sejumlah wilayah.

“Titik api meningkat di beberapa wilayah, termasuk Tobelo Timur, Tobelo Selatan, Kao Utara, Kao, Malifut dan Kao Barat,” kata Hentje.

Ia menambahkan, Desa Momoda dan Ngwali di Kecamatan Kao Barat juga dilaporkan menjadi lokasi munculnya titik api baru.
Hentje menjelaskan, berdasarkan hasil evaluasi lapangan, sebagian kebakaran berkaitan dengan aktivitas pembukaan dan pembersihan lahan perkebunan. Pembakaran daun kelapa kering yang tidak terkendali juga ditemukan menjadi salah satu pemicu kebakaran.

Selain itu, petugas menduga sebagian kebakaran dipicu puntung rokok yang dibuang di sekitar badan jalan. Pemantauan dilakukan menggunakan citra satelit dan dilanjutkan dengan pengecekan langsung oleh petugas di lapangan.

Dandim 1508/Tobelo Letkol Kav. Ramdhani Akbar mengatakan penanganan Karhutla di wilayah seperti Tobelo Barat dan Kao Teluk masih menghadapi kendala peralatan serta kondisi medan.

“Kita perlu peralatan yang bisa menjangkau lokasi-lokasi yang sulit didatangi kendaraan besar,” kata Ramdhani.

Ia mengusulkan penggunaan sepeda motor trail yang dilengkapi pompa dan tangki air portabel untuk membantu petugas menjangkau titik api di medan sulit.

Sementara itu, Kepala Kejaksaan Negeri Halmahera Utara Rahmat menegaskan, pembakaran lahan yang terbukti melanggar hukum dapat diproses sesuai ketentuan peraturan perundang-undangan.

“Pembakaran lahan yang terbukti melanggar hukum dapat diproses sesuai ketentuan yang berlaku,” tegas Rahmat.

Ia juga mendorong pemasangan Maklumat Forkopimda hingga tingkat desa serta memperkuat peran camat, kepala desa, Bhabinkamtibmas dan Babinsa dalam mencegah Karhutla.

Dari unsur kepolisian, seluruh Kapolsek diminta meningkatkan sosialisasi, patroli dan pemantauan di wilayah yang rawan terjadi Karhutla.

Pemkab Halmahera Utara juga telah berkoordinasi dengan BNPB untuk mengusulkan penanganan lanjutan, termasuk Teknologi Modifikasi Cuaca (TMC) dan operasi water bombing.

Langkah tersebut disiapkan karena sejumlah titik api sulit dijangkau melalui jalur darat.

Bupati Piet Hein Babua kembali menekankan pentingnya kerja bersama dalam menangani Karhutla yang masih meluas.

“Kita harus bergerak bersama dan memastikan penanganan di lapangan berjalan efektif, sekaligus menjaga keselamatan para petugas,”pungkasnya.(mik/red).

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *