Minyak Tanah Subsidi 5 Ton Raib dalam Sehari, Warga Gotalamo Menjerit Beli Eceran Rp12 Ribu

Beritadetik.id – Penyaluran Bahan Bakar Minyak Tanah (BBMT) bersubsidi di Desa Gotalamo, Kecamatan Morotai Selatan, khususnya di Kompleks Motorpol, menuai keluhan warga. Distribusi kuota sebesar 5 ton diduga kuat tidak merata, menyebabkan sejumlah warga penerima hak subsidi sama sekali tidak kebagian pasokan selama satu bulan terakhir.

Padahal, pangkalan milik Suhaimi yang mengelola kuota BBMT di wilayah RT 08 / RW 04 tersebut tergolong besar. Secara perhitungan, pasokan tersebut seharusnya lebih dari cukup untuk memenuhi kebutuhan dasar warga setempat.

​Ironisnya, model penyaluran minyak tanah subsidi ini dilakukan menggunakan mobil tangki. Namun dalam praktiknya, arah distribusi disinyalir tidak pernah sampai ke tangan warga yang benar-benar berhak sebagai penerima kuota.

Bacaan Lainnya

“Saya di RT 08 memang sudah lama tidak dapat minyak tanah di kompleks sini. Setiap minggu terpaksa saya beli di kios eceran seharga Rp12 ribu per liter,” ungkap Ira, salah seorang warga setempat dengan nada kecewa.

​Ira membeberkan bahwa pembagian minyak tanah di wilayahnya sangat tidak merata. Pihak pengelola pangkalan kerap berdalih pasokan sudah ludes hanya dalam waktu satu hari distribusi.

“Ketika kami tanya, mereka bilang minyak sudah habis. Padahal baru satu hari menyalurkan minyak,” tegas Ira mempertanyakan transparansi penyaluran tersebut.

​Saat dikonfirmasi pada Sabtu (23/5/2026), Suhaimi selaku Sub Agen berdalih bahwa stok minyak subsidi untuk bulan ini memang sudah habis terjual.

“Sudah tidak ada. Kemarin saya sudah salurkan jadi sudah selesai. Baru-baru (sebelumnya) ada 6 ton, sekarang cuma 5 ton. Stok sudah habis,” aku Suhaimi kepada wartawan.

Menariknya, di tengah kelangkaan yang mencekik warga, Suhaimi menjelaskan bahwa ia masih mengamankan stok untuk kebutuhan pribadi di rumahnya sebanyak puluhan liter.

“Ini yang saya pakai sendiri 25 liter,” bebernya sembari menunjukkan sisa stok tersebut.

Terkait keluhan warga yang telantar tidak mendapatkan haknya, Suhaimi hanya menjanjikan bahwa pihaknya baru akan melakukan penyaluran kembali ke wilayah Desa Gotalamo pada bulan depan. (Red)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *