Puluhan Tahun Menanti Air Bersih, Warga Kelurahan Moya Akhirnya “Merdeka”

Beritadetik.id – Setelah puluhan tahun menanti, warga RT 9 Lingkungan Buku Bendera, Kelurahan Moya, Kecamatan Ternate Tengah, akhirnya menikmati layanan air minum Perumda Ake Gaale.

Layanan tersebut resmi diresmikan Wali Kota Ternate M. Tauhid Soleman, Rabu (12/8), sekaligus dirangkaikan dengan penandatanganan berita acara hibah tanah untuk mendukung pelayanan air bersih bagi masyarakat.

Tauhid mengapresiasi keluarga yang menghibahkan tanah untuk kepentingan warga. Menurutnya, langkah tersebut merupakan bentuk kepedulian yang manfaatnya dirasakan masyarakat.

Bacaan Lainnya

“Tanah ini untuk kepentingan masyarakat, untuk menyediakan air bersih atau air minum. Tidak semua orang mampu dan mau melakukan seperti ini,” ujar Tauhid.

Ia mengatakan, layanan air minum di kawasan ketinggian menjadi bagian dari upaya pemerintah memenuhi kebutuhan dasar masyarakat.

Tauhid menyebut jumlah penduduk Kota Ternate sekitar 314 ribu jiwa, sementara pelanggan Perumda Ake Gaale baru sekitar 36 ribu. Dengan asumsi satu pelanggan terdiri dari empat orang, layanan tersebut baru menjangkau sekitar 150 ribu jiwa.

“Artinya masih banyak PR yang harus kita penuhi agar harapan warga Ternate mendapatkan air bersih dan air minum bisa terwujud,” katanya.

Direktur Utama Perumda Ake Gaale, Firman Sjah, mengatakan perluasan jaringan ke wilayah ketinggian menjadi prioritas perusahaan. Sebelum mendapat layanan perpipaan, warga Moya selama bertahun-tahun harus membeli air, menampung air hujan, atau mengandalkan sumber air gunung yang kini debitnya semakin berkurang.

Saat ini, 78 warga RT 9 telah terdaftar sebagai pelanggan. Jaringan juga akan diperluas menuju kawasan Taman Love serta sejumlah wilayah lain seperti Malayaro dan Tawona.

“Untuk seluruh Kota Ternate itu prioritas, tetapi ada bagian-bagian yang perlu kita dahulukan,” tukasnya.

Perwakilan warga Moya, Safrin Sangaji, menyampaikan terima kasih kepada Pemkot Ternate dan Perumda Ake Gaale. Ia berharap layanan air bersih terus diperluas agar warga tidak lagi menghadapi krisis air.

“Bukan lagi merdeka dari penjajah, tapi kini merdeka dari kekeringan,” pungkasnya.(all/red)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *