Temukan 3.000 Anak Tidak Bersekolah, Dikbud Pulau Morotai bakal Kroscek dari Jenjang PAUD

Beritadetik.id – Lebih dari 3.000 Anak Tidak Bersekolah (ATS) terdata di Kabupaten Pulau Morotai. Menanggapi kondisi tersebut, pihak Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Dikbud) Kabupaten Pulau Morotai menyatakan siap melakukan langkah kroscek lapangan yang dimulai dari jenjang Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD).

Data mengejutkan ini sejatinya bukan diperoleh melalui survei mandiri baru, melainkan hasil komparasi antara data statistik Badan Pusat Statistik (BPS) dengan Data Pokok Pendidikan (Dapodik).

“Kami mengkomparasikan antara data statistik dari BPS mengenai jumlah anak yang ada di Morotai dengan jumlah anak yang saat ini terdata aktif di Dapodik sebagai siswa bersekolah,” ungkap salah satu sumber dari Perkumpulan Stimulant Institute Pulau Morotai, Senin (3/8/2026).

Bacaan Lainnya

Sumber tersebut menjelaskan bahwa fenomena ATS di Morotai memiliki berbagai kategori dan kondisi yang melatarbelakanginya. Ada anak yang memang tidak pernah mengecap pendidikan formal sama sekali, ada yang berhenti di tengah jalan (putus sekolah), hingga mereka yang tidak melanjutkan ke jenjang yang lebih tinggi.

​”Ada yang lulus SD tapi tidak lanjut ke SMP, atau lulus SMP tapi tidak meneruskan ke SMA,” jelasnya.

Ia membeberkan bahwa penemuan angka tersebut berawal dari kebutuhan presentasi advokasi. Saat mencoba menyandingkan data publikasi kementerian dan BPS yang kerap berbeda, pihaknya berinisiatif melakukan komparasi langsung antara data BPS lokal dan Dapodik Dikbud Morotai untuk mendapatkan gambaran yang lebih mendekati realitas.

​Merespons temuan tersebut, Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Dikbud) Pulau Morotai, Alfatah Sibua, menyampaikan komitmennya untuk segera menyisir dan mengevaluasi data tersebut secara bertahap mulai dari tingkat PAUD dan TK.

Alfatah menekankan bahwa dari sisi ketersediaan sarana dan prasarana, pemerintah daerah telah memfasilitasi gedung sekolah hingga ke tingkat desa, khususnya untuk jenjang TK/PAUD dan Sekolah Dasar (SD). Oleh karena itu, ia menilai faktor kesadaran orang tua memegang peranan yang sangat krusial.

“Kalau bicara sarana, semua desa di Morotai ini sudah ada TK/PAUD dan SD. Kalau tingkat SMP mungkin jumlahnya terbatas di beberapa titik. Tapi kalau SD dan PAUD ada di mana-mana. Jika masih ada anak usia dini yang belum bersekolah, kuncinya ada pada kesadaran orang tua untuk mendaftarkan anaknya,” ujar Alfatah saat dikonfirmasi wartawan.

Ia juga menepis anggapan bahwa kendala biaya menjadi penghalang utama anak-anak di Morotai untuk menempuh pendidikan dasar. Menurutnya, pemerintah telah menjamin seluruh biaya pendidikan formal.

“Sekolah itu gratis, sudah tidak ada lagi pungutan biaya mulai dari pendaftaran. Jadi sebenarnya tidak ada alasan lagi bagi orang tua untuk tidak menyekolahkan anak-anak mereka,” tegasnya. (*)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *