Program Presiden Mandek, Warga Morotai Angkat Bicara Soal Dapur MBG yang Telantar

Beritadetik.id – Keterlambatan operasional Satuan Pelayanan Program Gizi (SPPG) Muhajirin di Kabupaten Pulau Morotai, Maluku Utara, kini tengah menjadi sorotan tajam publik. Berbagai kendala teknis dan tata kelola dinilai hanya menjadi alasan klasik yang menghambat realisasi program di lapangan.

Mulai dari keterlambatan pencairan dana operasional dari pusat, masalah logistik, keterbatasan infrastruktur, hingga proses evaluasi kelayakan dapur dan ketepatan sasaran penerima manfaat, terus dijadikan dalih atas mandeknya operasional fasilitas tersebut.

Padahal, Makan Bergizi Gratis (MBG) merupakan program prioritas Presiden Prabowo Subianto. Program ini dirancang dengan visi besar untuk mengatasi masalah malnutrisi, menekan angka stunting pada anak-anak, serta meningkatkan kualitas Sumber Daya Manusia (SDM) demi menyongsong Indonesia Emas 2045.

Bacaan Lainnya

​Selain untuk pemenuhan gizi generasi muda, program MBG sejatinya berfungsi sebagai roda penggerak ekonomi daerah. Program ini diharapkan dapat memberdayakan Usaha Mikro Kecil Menengah (UMKM), serta menyerap hasil produksi petani, peternak, dan nelayan lokal sebagai penyedia bahan baku. Namun, harapan besar tersebut justru berbanding terbalik dengan kenyataan pahit yang dihadapi SPPG Muhajirin saat ini.

Kondisi ini memicu pertanyaan besar dan kekecewaan di tengah masyarakat setempat. Salah seorang warga, seorang ibu berinisial Y, mengungkapkan bahwa gedung dapur sehat tersebut sebenarnya sudah dibangun sejak tahun 2025 lalu. Namun, meski pembangunannya telah rampung total, hingga kini SPPG tersebut sama sekali belum difungsikan.

“Iya, kalau tidak salah itu mulai dibangun dekat Lebaran Idul Fitri 2025 lalu. Tapi sampai sekarang bangunannya tra (tidak) pernah berfungsi,” ungkap Y saat diwawancarai.

​Y membeberkan bahwa dirinya sering memantau aktivitas di sekitar lokasi. Berdasarkan pengamatannya, seluruh fasilitas pendukung di dalam bangunan tersebut sebenarnya sudah sangat lengkap. Ia sempat melihat pihak SPPG mengangkut dan menata berbagai perlengkapan modern di dalamnya.

“Semua perlengkapannya sudah masuk, mulai dari kompor, gas, tempat cucian, tempat pendingin (freezer), serta beberapa fasilitas penunjang lainnya. Semuanya sudah siap,” tambahnya.

Melihat aset negara yang terbiarkan begitu saja, Y berharap pemerintah dan pihak terkait segera mengambil langkah cepat untuk memfungsikan bangunan tersebut. Kehadiran dapur SPPG ini sangat dinantikan agar anak-anak di wilayah Pulau Morotai bisa segera merasakan manfaat nyata dari program nasional ini.

​”Ya, kalau dia berfungsi itu jauh lebih bagus. Supaya anak-anak di sini juga bisa cepat dapat makanan bergizi gratis,” tandasnya. (*)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *