Anggaran Mengalir ke Kodim, Dinas Perindagkop Morotai Ungkap Mandeknya Proyek KOPdes PT Agrinas

Beritadetik.id – Pembangunan Koperasi Desa Kelurahan Merah Putih (KDKMP), atau yang lebih dikenal sebagai KOPdes, di enam kecamatan wilayah Kabupaten Pulau Morotai, Provinsi Maluku Utara, hingga saat ini belum ada yang rampung 100 persen. Dari total 34 titik KOPdes yang direncanakan, seluruhnya masih berada dalam tahap pengerjaan dengan progres fisik yang bervariasi.

Koperasi Desa Merah Putih ini merupakan salah satu program strategis nasional yang dicanangkan langsung oleh Presiden Prabowo Subianto. Program ini bertujuan untuk memberdayakan ekonomi kerakyatan sekaligus menjadikan desa sebagai pusat pertumbuhan ekonomi baru. Namun, sejak mulai bergulir pada 15 April 2025 hingga kini, pembangunannya masih belum selesai meskipun telah memakan waktu yang cukup lama.

Kepala Bidang Koperasi dan UMKM Dinas Perindagkop-UKM Pulau Morotai, Apriyano Redjeb, membenarkan kondisi tersebut. “Yang pasti di enam kecamatan di Kabupaten Pulau Morotai, total keseluruhan ada 34 KOPdes,” ungkap Apriyano kepada wartawan, Rabu (10/6/2026).

Bacaan Lainnya

Menurut Apriyano, pihaknya telah melakukan peninjauan proyek secara menyeluruh. Pengawasan dilakukan mulai dari pengecekan titik koordinat Global Positioning System (GPS), luas lahan, hingga status kepemilikan lahan yang sebagian besar merupakan aset desa dan sebagian lainnya milik pemerintah daerah (Pemda). Berdasarkan data pemantauan tersebut, pembangunan fisik koperasi memang belum ada yang selesai dikerjakan.

“Iya, di lapangan hasilnya bervariasi; ada yang baru mencapai 40 persen, ada yang 21 persen. Untuk pembangunan Tahap I di wilayah Morotai Timur, status lahannya rata-rata merupakan aset desa,” jelasnya.

Lebih lanjut, Apriyano membeberkan bahwa seluruh sumber dana pembangunan Koperasi Desa Merah Putih ini berasal dari PT Agrinas. Sistem penyaluran anggarannya pun tidak melalui dinas terkait, melainkan langsung ditransfer kepada pihak TNI. “Iya, semua itu sumber dananya langsung dari PT Agrinas dan langsung dikirim ke Kodim,” beber Apriyano.

Ia juga menambahkan, untuk mendapatkan informasi yang lebih terperinci mengenai kendala teknis di lapangan, awak media disarankan melakukan konfirmasi langsung kepada pihak Komando Distrik Militer (Kodim) 1514/Morotai selaku pelaksana. Berdasarkan data mutakhir yang dikantonginya, sejauh ini baru ada satu desa yang progresnya sudah mendekati rampung.

​”Tapi yang jelas seperti itu. Setahu saya, dari 34 KOPdes itu yang sudah mau rampung baru di Desa Morodadi, capaiannya sudah mencapai 99,20 persen,” tuturnya.

Berdasarkan informasi yang dihimpun, total anggaran proyek pembangunan untuk setiap titik KOPdes di Pulau Morotai ini dikabarkan bernilai fantastis, yakni mencapai lebih dari Rp8 miliar per koperasi.

Hingga berita ini diturunkan, pihak Kodim 1514/Morotai belum memberikan keterangan resmi terkait kendala progres pembangunan dan pengelolaan anggaran tersebut. Wartawan telah berupaya melakukan konfirmasi, namun belum mendapatkan respons. (*)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *