Beritadetik.id – Pimpinan Cabang (PC) Gerakan Pemuda (GP) Ansor Kabupaten Pulau Morotai, Maluku Utara, memberikan peringatan keras kepada PT PLN (Persero) ULP Daruba. Mereka mendesak agar pihak PLN menjamin tidak ada pemadaman listrik selama pelaksanaan ibadah di bulan suci Ramadan 1447 H/2026 M.
Sekretaris PC GP Ansor Pulau Morotai, Yustianto Hi. Aras, menegaskan bahwa ketersediaan listrik sangat krusial bagi kekhusyukan umat Muslim yang menjalankan salat tarawih maupun saat menyiapkan santap sahur.
“GP Ansor Morotai meminta pihak PT PLN ULP Daruba agar tidak memadamkan listrik saat salat tarawih. Terpantau belakangan ini masih sering terjadi pemadaman di wilayah Morotai, dan kami sangat menyayangkan jika hal ini terus berlanjut di bulan puasa,” ujar Yustianto kepada media, Sabtu (21/2/2026).
Menurut Yustianto, ketersediaan energi listrik merupakan kebutuhan vital. Ia berharap masyarakat tidak perlu mengalami kondisi gelap gulita saat momen penting seperti berbuka puasa atau sahur. Ia pun meminta PLN untuk memberikan solusi nyata ketimbang memberikan “alasan klasik” terkait gangguan teknis.
Selain memberikan peringatan kepada PLN, GP Ansor juga menuntut peran aktif dari Pemerintah Daerah dan DPRD Kabupaten Pulau Morotai. Keduanya diharapkan dapat menekan pihak PLN agar memberikan pelayanan prima demi menjaga kondusivitas selama bulan suci.
Dalam keterangannya, Yustianto menyoroti dua poin utama terkait stabilitas kelistrikan di Pulau Morotai:
Jaminan Tanpa Padam: Menuntut PLN memastikan nol pemadaman pada waktu-waktu krusial, yakni saat berbuka puasa, salat tarawih, hingga waktu sahur.
Transparansi Informasi: Jika terjadi gangguan darurat yang tidak terhindarkan, PLN wajib memberikan informasi yang cepat dan akurat melalui kanal resmi atau aplikasi PLN Mobile agar masyarakat tidak bertanya-tanya.
Sebagai penutup, GP Ansor menyatakan akan terus mengawal persoalan ini hingga bulan Ramadan usai. Jika pelayanan tidak segera dibenahi, mereka siap mengambil langkah yang lebih tegas.
”Kami akan terus mengawal masalah ini. Jika pelayanan tidak segera dibenahi, GP Ansor tidak segan-segan melakukan konsolidasi lebih besar untuk menuntut hak-hak masyarakat Morotai sebagai konsumen listrik,” tegasnya.(Red)











