Tinjau Lokasi Banjir Halbar, BNPB RI Tegaskan Warga Desa Duono Harus Direlokasi

Beritadetik.id – Direktur Pengembangan Strategi Penanggulangan Bencana BNPB RI, Nadhira Seha Nur, melakukan tinjauan langsung ke lokasi terdampak banjir di Desa Duono, Kecamatan Ibu Utara, Halmahera Barat, Maluku Utara pada Jumat (16/1/2026).

Dalam kunjungannya, Nadhira menyoroti kondisi salah satu rumah warga yang mengalami kerusakan total akibat terjangan banjir bandang.

Melihat risiko geografis yang tinggi, Nadhira menegaskan bahwa warga yang rumahnya hancur tidak diperbolehkan kembali membangun di lokasi semula. Langkah relokasi menjadi harga mati untuk menghindari ancaman bencana serupa di masa mendatang.

Bacaan Lainnya

“Kalau seperti di Desa Duono ini sudah tidak bisa (dibangun di tempat semula), sudah harus dipindahkan. Karena kapan pun curah hujan tinggi, lokasi ini pasti akan banjir lagi,” tegas Nadhira saat diwawancarai oleh beritadetik.id di lokasi peninjauan.

​Pemerintah saat ini telah mengambil langkah-langkah strategis pasca-bencana banjir dan tanah longsor yang melanda wilayah tersebut pada Rabu pekan lalu. Prioritas utama saat ini adalah memastikan keselamatan warga dan pemenuhan logistik.

“Langkah pertama, kita penuhi kebutuhan dasar warga yang terdampak. Saat ini, Pemda Halbar telah menetapkan status tanggap darurat selama 14 hari, terhitung sejak 14 hingga 27 Januari 2026,” jelasnya.

Nadhira menambahkan bahwa setelah masa tanggap darurat selesai, pemerintah akan melakukan pendataan mendalam untuk menentukan skema penanganan jangka panjang. Keputusan final mengenai titik relokasi pengungsi akan diputuskan berdasarkan hasil rapat koordinasi di posko lapangan.

​Sebagai langkah preventif jangka panjang, Nadhira juga telah berkomunikasi langsung dengan Bupati Halmahera Barat, James Uang. Ia meminta pemerintah daerah segera mencari solusi lahan bagi para korban yang kehilangan tempat tinggal.

“Saya sudah menghimbau Pak Bupati agar mulai memikirkan rencana relokasi bagi pengungsi yang rumahnya sudah tidak layak huni atau berada di zona rawan banjir,” tutup Nadhira.(pte/red)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *