Beritadetik.id – Kepala Bidang (Kabid) Perdagangan, Dinas Perindustrian, Perdagangan, Koperasi, dan Usaha Kecil dan Menengah (Perindagkop-UKM) Kabupaten Pulau Morotai, Athi, menyayangkan sikap salah satu oknum wartawan dalam melakukan peliputan.
Hal ini dipicu oleh pemberitaan mengenai kunjungannya ke rumah seorang pengusaha lokal yang dinilai dilakukan tanpa adanya proses klarifikasi.
Athi mengungkapkan kekecewaannya karena wartawan tersebut mengambil foto dari status WhatsApp pribadinya secara diam-diam untuk dijadikan bahan berita.
Padahal, menurutnya, sebagai bagian dari etika jurnalistik, seharusnya ada upaya konfirmasi sebelum informasi dipublikasikan ke publik.
“Dia screenshot saya punya story di WhatsApp, sudah begitu wartawan yang bersangkutan juga tidak pernah mengonfirmasi ke kita. Padahal etika jurnalis itu bukan begitu. Seharusnya ada konfirmasi sebelum berita ditayangkan,” ujar Athi saat memberikan keterangan, Jumat (26/12/2025).
Terkait isi kunjungan tersebut, Athi menjelaskan bahwa kehadirannya bersama staf murni merupakan bentuk silaturahmi dalam momentum perayaan Natal bagi umat Nasrani.
Ia menegaskan tidak ada agenda terselubung atau maksud lain di balik kunjungan tersebut selain menjaga hubungan baik dengan mitra kerja.
“Apa yang salah dari silaturahmi ke pengusaha yang juga mitra kerja kita? Ini perayaan Natal bagi saudara-saudara kita umat Nasrani. Kita hanya bersilaturahmi, tidak ada maksud lain,” tegasnya.
Ia juga menambahkan bahwa kunjungan tersebut terjadi secara spontan. Saat itu, ia dan staf sedang berada di jalan dan kebetulan berpapasan dengan pengusaha tersebut yang kemudian mengajak mereka untuk singgah.
“Bukan hanya ke rumah pengusaha itu saja. Kita juga silaturahmi ke beberapa keluarga umat Nasrani. Kebetulan lewat, Pak Punden panggil untuk singgah. Sebagai manusia dan mitra kerja, ya kita singgah,” jelas Athi lebih lanjut.
Athi menekankan bahwa tradisi saling mengunjungi saat hari besar keagamaan adalah hal yang lumrah di masyarakat, baik pada perayaan Natal maupun Idul Fitri.
Mengenai isu pemberian amplop yang disorot dalam pemberitaan, ia memberikan klarifikasi bahwa hal tersebut merupakan bagian dari keramahtamahan tuan rumah kepada seluruh tamu yang hadir, bukan pemberian khusus untuk pihak dinas.
“Bukan hanya kita yang ada di rumah pengusaha itu. Banyak orang yang datang bersilaturahmi. Jadi kalau dibilang dikasih amplop, itu bukan cuma kita, tapi semua orang yang hadir saat itu juga menerima hal yang sama,” pungkasnya.(red)


















