Beritadetik.id – Kritikan pedas dan amarah publik membanjiri Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Pulau Morotai, setelah Ketua DPRD Muhammad Rizky bersama beberapa anggota lainnya diduga mempertontonkan etika pejabat yang bobrok.
Momen kontroversial ini terekam dalam siaran langsung (live) Facebook pribadi Muhammad Rizky dari acara Jakarta Fair JIExpo Kemayoran, Jakarta Utara, pada Rabu, 25 Juni 2025, pukul 21.09 WIB malam.
Dalam video tersebut, Muhammad Rizky terlihat asyik berjoget layaknya berada di tempat hiburan malam, bersama Wakil Ketua II DPRD Erwin Sutanto, serta anggota DPRD Sukri Hi. Rauf dan Akbar Mangoda. Aksi joget yang terkesan tak menunjukkan moral seorang pejabat publik ini sontak memicu gelombang kecaman.
“Lengkap samua so itam, pulang pagi kapa ini, sanang karena tara pake uang negara to,” ujar Rizky dalam siaran langsungnya, mengesankan perjalanan tersebut tidak menggunakan anggaran daerah.
Rizky juga menuturkan kalau ia pergi, tanpa uang Pemda itu tidak membebankannya, naik di panggung untuk salam-salam buat sembilan naga yang ada di Morotai.
Namun, pengakuan Rizky bahwa perjalanan tersebut tanpa uang negara tak lantas meredakan kemarahan publik.
Ikfan Pina, Kepala Bidang Hukum, HAM, dan Politik DPD IMM Maluku Utara, menegaskan bahwa tindakan ini adalah ironi yang menyakitkan di tengah kondisi keuangan daerah yang kian terjepit.
“Di tengah kondisi keuangan daerah yang kian terjepit, kita menyaksikan ironi yang menyakitkan. Para pemegang amanah di parlemen lokal (DPRD) Morotai justru tampil glamor di ibu kota Jakarta,” kecam Ikfan, Kamis (26/6/2025).
Menurut Ikfan, sikap Ketua DPRD Morotai dan para wakil rakyat itu seolah lupa bahwa di Morotai masih banyak keuangan daerah yang harus dioptimalkan dari pemerintah sebelumnya.
“Tetapi wakil rakyat menampilkan keberadaan mereka di panggung hiburan adalah sesuatu yang menjijikkan. Karena apa yang hendak mereka tunjukkan dengan perilaku hedon di tengah sulitnya hidup rakyat?” ujarnya mempertanyakan.
Ia menekankan, para wakil rakyat ini tampaknya telah kehilangan empati dan mati rasa terhadap penderitaan rakyat.
“Tak ada kepekaan terhadap beban masyarakat Morotai yang semakin berat. Salah satunya rakyat memikul beban membayar utang PEN ke pemerintah pusat,” timpalnya.
Ikfan juga mengecam aksi live tersebut, menekankan bahwa seharusnya dalam kunjungan kerja, Ketua DPRD membicarakan hal-hal terkait progres pembangunan daerah, bukan bersenang-senang.
“Ini menunjukkan citra buruk terhadap lembaga. Maka butuh dievaluasi secara tegas,” cetusnya.
Muhammad Rizky sendiri, saat dikonfirmasi terpisah mengenai kecaman publik atas sikap moralnya sebagai pejabat, membantah dengan singkat.
“Jakarta Fair, Yang mana? Saya di Jakarta Fair,” ujarnya.
Aktivis IMM tersebut mengingatkan bahwa di lembaga DPRD ada norma dan aturan yang mengikat terkait dengan kode etik yang harus dipatuhi oleh anggota DPRD.
“Mulai dari menjaga sikap, perilaku, tata kerja, dan tanggung jawab, serta menjaga martabat dan citra lembaga sebagai lembaga dewan perwakilan rakyat,” pungkasnya.(red)
Editor : M. Bahrul Kurung











