TERNATE, Beritadetik.id – Proyek Pemerintah Kota Ternate yang bekerja sama dengan PT. Wika untuk membangun Rumah Sakit (RS) Daerah bernilai 1,69 Terliun, membuat DPRD Ternate menilai Daerah bakal alami kebangkrutan, dan Visi-Misi Walikota pun tidak akan jalan.
Hal tersebut diungkapkan Ketua Komisi II DPRD Kota Ternate, Mubin A. Wahid, mengatakan bahwa kemampuan keuangan Daerah sekarang ini, jika kerjasama dengan standar-standar yang disampaikan oleh PT Wika, tidak akan mungkin DPRD menyetujui itu.
“Bayangkan saja PT Wika memploting 1,69 triliun dalam 10 tahun, hingga kinerja selesai baru kita kembalikan anggaran 170 miliar per tahun lalu kita komparasikan dibandingkan dengan APBD tahun 2002, kemudian kita belanja dengan modal kita yang hanya 199 miliar lebih, tentu satu hal yang mesti dipertimbangkan,”katanya, Jumat 16 September 2022.
Lebih lanjut kata Mubin, kalau dibandingkan atau pihaknya mengkonversi dari 199 dikurangi 170 sisanya 22 Meliar itu, maka dipastikan visi misi walikota tak akan jalan dan Daerah akan mengalami kemunduran drastis alias bangkrut.
Olehnya itu, menurutnya, memberikan solusinya harus di laksanakan Pemkot Ternate dengan cara merubah sistem. Kemudian soal itu mesti dianggarkan dalam dana cadangan. Karena itu suda di tuangkan dalam PP 12 dan Permendagri 77 tentang teknis pengelolaan kerja sama atau bisa diruba dalam proyek Multiyears.
“Sistem pembayaran cadangan ini juga bisa apabila program tak bisa di anggarkan per satu tahun. Pun bisa dianggarkan lebih dari 1 tahun, sehingga bisa di cadangakan tahun berikutnya bisa kita bangun sekarang. Pemkot suda lewat dua tahun anggaran dan kemarin 2022 tak sepakati dalam KUA PPAS dan bisa saja Multiyears.
Karana tak mungkin kita anggarkan dalam 1 tahun, dan ini suda tahun 2022 kita belum sepakati hal itu. Jadi dua jalan itu yang harus dirubah kalu tidak, akan tak mungkin bisa membayar utang kepada PT Wika sebesar itu jika skema itu tak diruba”tutur dia.
Katanya, berapa pendapatan RS Daerah yang didirikan untuk pertahun. Ini belum tentu signifikan karena ada beberapa RS Provinsi dan Swasta yang berada di wilayah Ternate.
“Tak mungkin semua pasien itu bisa masuk rumah sakit yang baru dibangun Pemkot Ternate. Dan sangat tidak signifikan mendorong dan mensuport kita untuk mengembalikan 170 pertahun. Hal itu akan tidak mask akal. Harusnya Pemkot pertimbangan skema pembiayaan hutang”terangnya
“PAD di Daerah yang pertahun 4 Triliun juga tidak berani kerja sama apa lagi kemampuan Daerah yang bisa dibilang dibawa standar itu, “pungkasnya. (alfian).
Peliput: Alfian Hatari











