Bupati Halmahera Tengah Dihujani Pertanyaan Jurnalis, Ini Tanggapannya

Bupati Halteng, Edi Langkara saat berdiskusi bersama Awak Media di Kafe A2W Toboko, Kota Ternate, Minggu (6/3) malam.|| Foto : (didin/beritadetik.id).

Ternate, beritadetik.id – Bupati Halmahera Tengah Edi Langkara dihujani pertanyaan dari para awak media. Ini terjadi dalam acara silaturahmi sekaligus ngopi bareng yang berlangsung di Kafe A2W Toboko, Kota Ternate, Minggu (6/3) malam.

Orang nomor satu di Halmahera Tengah itu dicecar sejumlah pertanyaan dari puluhan awak media, seputar sepak terjang politik Edi dalam menyongsong Pemilihan Gubernur (Pilgub) Maluku Utara 2024.

Pertemuan yang dipandu Sukardi Khi Husen, para perwakilan Jurnalis selain menghujani Elang Halmahera sapaan Edi Langkara dengan pertanyaan seputar capaian pembangunan selama satu periode kepemimpinannya menjadi Bupati di Halmahera Tengah, ia pun diminta mempertegas sikap politiknya pada kompetisi Pilgub.

Bupati Edi Langkara saat menjawab pertanyaan awak media.|| Foto : (didin/beritadetik.id).

Kesempatan itu, Edi Langkara mengatakan, dirinya secara pribadi siap lahir batin dalam menghadapi pesta demokrasi 5 tahunan itu.

“Soal partai politik di Pilgub nanti, saya mau katakan bahwa semua Parpol baik di level Provinsi maupun pusat rata-rata teman dan kawan baik saya,”ucap Edi Langkara saat menjawab pertanyaan dalam diskusi itu.

Meski begitu, ia mengatakan belum berpikir partai mana yang nanti digunakan sebagai kendaraan politik di Pilgub 2024.

Elang bilang, soal arah Partai Golkar dalam Pilkada, sangat tergantung pada hasil survei dan juga kompetensi figur, tanpa melihat posisi apa dan atau kapasitas dalam partai.

Di kesempatan diskusi itu, Elang meluruskan statemen soal pemberitaan bahwa dirinya tak membutuhkan guru pada Pilgub nanti.

“Jadi bukan saya tidak butuh guru, yang saya maksud adalah beberapa orang Kepsek yang sengaja membangun rencana demo terkait pelayanan hak Guru oleh sejumlah Kepsek yang tidak mengerti alur komunikasi dengan Pemda,”jelasnya.

Ditegaskan watak beberapa Kepsek ini justru berbahaya, karena rencana demo yang mestinya tidak boleh itu dilakukan dan digiring seolah menjadi agenda politik.

“Berangkat dari masalah ini lah saya katakan Kepsek berfikir picik saya  tidak butuh dalam urusan saya sebagai kepala daerah. Jadi sekali lagi, subtansinya dalam pernyataan bukan tidak membutuhkan guru seperti yang diberitakan,”ucap Elang.

Elang menyebutkan, Guru dan Kepsek beda substansinya. Dan di Dunia ini semua orang sangat membutuhkan Guru dalam hal mencerdaskan bangsa, karena itu Kepsek yang mendistorsi penyelenggaraan pendidikan harus di tegur keras.

Dia mengatakan media sebagai pilar dalam demokrasi, mestinya menyampaikan informasi secara jujur dan proporsional. Karena faktanya soal kaitannya dengan guru itu bukan disebut tidak dibutuhkan dalam Pilgub.

Isu lain yang mencuat dan dijawab Edi adalah Soal capaian prestasi yang dilakukan di Halmahera Tengah selama periode kepemimpinannya dengan Wakilnya Abd Rahim Odeyani.

Suasana Diskusi Bupati Edi Langkara dan Awak Media.||

“Banyak prestasi jarang dipublis, bahkan hampir sulit diberitakan. Pertama Halmahera Tengah adalah satu dari sekian Kabupaten/Kota di Maluku Utara yang tercatat merekrut tenaga PTT atau Honorer Daerah hingga ratusan orang dengan gaji yang layak,”katanya.

Selain itu Investasi pemerintah daerah membuka isolasi wilayah di Halteng, dan hampir seluruh desa sudah hotmix yang terjadi disana (Halteng,red).

“Investasi dalam bentuk Infrastrukur itu hampir menelan anggaran Rp 430 miliar yang dilakukan oleh Pemerintah daerah dalam satu periode kepemimpinan Elang – Rahim saat ini,”bebernya.

Selain itu untuk investasi di bidang SDM, Pemda dalam pagu APBD telah mengalokasikan anggaran beasiswa bagi Putra dan putri Halmahera Tengah dalam melanjutkan studi baik S1, S2 dan doktor.

“Untuk S2 per mahasiswa menerima Rp 50 juta dan Doktor Rp 100 juta. Program ini masih terus jalan sampai saat ini,”sambung dia.

Politis Golkar ini juga mengatakan, Sejak awal 2018, angka Indeks Pembangunan Manusia (IPM) Halteng berada pada urutan 2 dari bawa (urut 9). Saat ini Halteng sudah menempati urutan 3 setelah Tidore dan Ternate.

“Ini capaian yang luar biasa dan itu harus diakui program Pemda di bidang Pengembangan SDM di Halteng saat ini,”cetusnya.

Pertanyaan lain yang ikut dilontarkan dihadapan Elang, terkait data tingkat kemiskinan di Halmahera Tengah yang dalam angka BPS, Halteng masuk sebagai wilayah dengan angka penduduk miskin tertinggi kedua setelah Halmahera Timur.

Edi Langkara saat menanggapi Pertanyaan Wartawan.|| Foto : (didin/beritadetik.id).

Wasekjen DPP Partai Golkar itu lanjut mengatakan, soal angka kemiskinan di Halmahera Tengah ini bukan kemiskinan yang sifatnya absolut bagi penduduk lokal setempat, melainkan mobilitas orang di luar Halteng yang masuk mencari pekerjaan membuat rumus kemiskinan mengalami kenaikan.

“Ada sekitar 30 ribu migran yang mencari lapangan kerja ke Halmahera Tengah. Karena itu saya tegaskan bahwa soal angka kemiskinan Halteng berada di posisi kedua di Maluku Utara ini soal rumus kemiskinan saja, tidak bersifat absolut atau murni penduduk lokal,”pungkasnya. (red/adv).

20221110_121508

Pos terkait

IMG_20221108_205434

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *