Beritadetik.id – Pemerintah Desa Toboino, Kecamatan Wasile Timur, Kabupaten Halmahera Timur, resmi mendapatkan Program Percepatan Peningkatan Tata Guna Air Irigasi (P3-TGAI) dari Kementerian Pekerjaan Umum anggaran tahun 2026. Program ini dialokasikan untuk pembangunan saluran irigasi guna mendukung sektor pertanian setempat.
Kepala Desa Toboino, Sartono, menyampaikan bahwa terdapat empat titik lokasi pembangunan saluran irigasi yang seluruhnya ditempatkan di area persawahan warga. Total anggaran untuk keempat titik tersebut mencapai Rp780 juta (masing-masing titik senilai Rp195 juta).
“Pembangunan di masing-masing titik dikerjakan langsung oleh kelompok Perkumpulan Petani Pemakai Air (P3A). Anggarannya bersumber dari APBN Kementerian Pekerjaan Umum melalui Balai Wilayah Sungai (BWS) Maluku Utara. Saluran irigasi ini nantinya akan mengairi sekitar 35 hektare areal persawahan,” ungkap Sartono saat meninjau lokasi pembangunan irigasi kelompok P3A Sidomulyo, Kamis (16/7/2026).
Menurut Sartono, program P3-TGAI merupakan sarana penunjang ketahanan pangan yang krusial. Fasilitas pengairan sawah yang memadai diharapkan dapat membuat para petani lebih produktif dalam mengolah lahan mereka. Oleh karena itu, pihak pemerintah desa berkomitmen untuk melakukan pengawasan ketat.
”Kami turun langsung mengawal pelaksanaan pembangunan irigasi untuk memastikan kualitas fisik bangunan. Kualitas material menjadi syarat utama demi menghasilkan konstruksi yang sesuai standar,” tegasnya. Ia menambahkan bahwa seluruh material, mulai dari batu hingga pasir pasang, harus mengacu pada dokumen Rencana Anggaran Belanja (RAB) dan spesifikasi teknis yang telah ditentukan.
Senada dengan Kepala Desa, Ketua Kelompok P3A Sidomulyo, Ribut Budiono, menegaskan bahwa program hibah dari pemerintah pusat ini dilaksanakan dengan penuh tanggung jawab oleh masyarakat.
“Kami sebagai pelaksana memiliki kewajiban menghasilkan bangunan irigasi berkualitas. Irigasi adalah kebutuhan dasar petani, jadi tidak mungkin bangunan ini dibuat asal jadi,” beber Ribut.
Di sisi lain, proses pengerjaan ini juga mendapatkan pengawasan dan arahan intensif dari Tim Pendamping Masyarakat (TPM) P3-TGAI Desa Toboino. Zidane Izur, selaku TPM yang bertugas, menyatakan bahwa pihaknya terus memberikan penyuluhan serta pendampingan, baik dari segi teknis maupun administrasi, kepada kelompok pelaksana.
“TPM ditugaskan langsung oleh BWS Maluku Utara untuk mendampingi kelompok tani agar hasil pembangunan ini bisa maksimal dan memberikan dampak jangka panjang bagi masyarakat,” tandas Zidane. (*)









