Beritadetik.id – Dapur Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Muhajirin yang terletak di Kecamatan Morotai Selatan, Kabupaten Pulau Morotai, hingga kini tak kunjung beroperasi. Padahal, pembangunan fisik dapur, fasilitas peralatan, hingga pendataan siswa penerima manfaat telah rampung 100 persen. Satu-satunya kendala saat ini adalah belum adanya penyaluran dana operasional ke rekening FA SPPG.
Berdasarkan informasi yang dihimpun, mandeknya operasional dapur ini dipicu oleh belum adanya kebijakan penyaluran anggaran dari pemerintah pusat. Alhasil, program jaminan Makanan Bergizi Gratis (MBG) untuk anak sekolah di wilayah tersebut terpaksa berjalan di tempat.
Gejala tersendatnya program MBG ini rupanya tidak hanya terjadi di Morotai. Di sejumlah daerah, program nasional ini kerap terbentur kendala teknis dan tata kelola mulai dari keterlambatan pencairan dana operasional pusat, masalah logistik, keterbatasan infrastruktur, hingga proses evaluasi kelayakan dapur dan ketepatan sasaran penerima.
Koordinator Wilayah Badan Gizi Nasional (BGN) Pulau Morotai, Hartina, membenarkan adanya penundaan ini. Saat dikonfirmasi oleh awak media pada Selasa (23/6/2026), Hartina menjelaskan bahwa saat ini BGN pusat tengah melakukan pembenahan sistem secara menyeluruh.
“Sementara BGN itu ada proses perbaikan untuk semua administrasi, mereka perbaharui,” ungkap Hartina.
Ia menambahkan, pihak SPPG Muhajirin sebenarnya sudah sangat siap dan kini dalam posisi standby menunggu lampu hijau dari Jakarta. Semua dokumen yang diperlukan pun telah disetorkan ke pusat.
“Tapi insya Allah dalam waktu dekat. Pokoknya sekarang untuk SPPG Muhajirin itu sisa menunggu instruksi dari pusat karena sudah melengkapi seluruh administrasi, sampai persiapan operasional sudah dikirim ke BGN pusat. Jadi semua dikembalikan ke pusat saja,” pungkasnya. (*)









