Beritadetik.id – Balai Wilayah Sungai (BWS) Maluku Utara terus memperkuat sistem ketahanan pangan melalui optimalisasi infrastruktur pengairan. Langkah strategis tersebut diwujudkan dengan menggelar kegiatan Sosialisasi Program Percepatan Peningkatan Tata Guna Air Irigasi (P3-TGAI) Tahun Anggaran 2026 pada Selasa (16/6/2026).
Agenda sosialisasi berskala prioritas ini dipusatkan di Aula Kantor Desa Woka Jaya, Kecamatan Wasile Timur, Kabupaten Halmahera Timur. Kegiatan ini dihadiri langsung oleh Tenaga Pendamping Masyarakat (TPM), pemerintah desa setempat, serta perwakilan kelompok tani.
Program P3-TGAI ini dihadirkan sebagai bagian dari upaya taktis pemerintah dalam meningkatkan pengelolaan jaringan irigasi. Melalui skema pemberdayaan masyarakat, program ini diarahkan untuk mendukung peningkatan produktivitas pertanian dan pemanfaatan sumber daya air secara optimal.
Melalui program terstruktur ini, masyarakat petani lokal tidak sekadar menjadi objek pembangunan, melainkan aktor utama. Warga diharapkan dapat berperan aktif mulai dari tahap pelaksanaan, pengelolaan, hingga pemeliharaan seluruh infrastruktur irigasi yang dibangun.
Keterlibatan aktif kelompok tani menjadi kunci utama agar asas manfaat dari infrastruktur pengairan ini dapat dirasakan secara berkelanjutan. Pola swakelola ini juga bertujuan memperkuat rasa kepemilikan masyarakat terhadap fasilitas publik di desa mereka.
Pemerintah Desa Woka Jaya sendiri memberikan respons yang sangat positif terhadap intervensi program fisik dari kementerian terkait. Kehadiran jaringan irigasi yang representatif dinilai menjadi jawaban konkret atas pemenuhan kebutuhan air persawahan warga selama ini.
“Kami atas nama Pemerintah Desa Woka Jaya menyambut baik pelaksanaan sosialisasi program P3-TGAI dari BWS Maluku Utara. Kami berharap program pemberdayaan ini dapat memberikan dampak positif yang signifikan bagi peningkatan sektor pertanian, serta bermuara pada peningkatan kesejahteraan ekonomi masyarakat desa kami secara berkelanjutan,” ujar Kepala Desa Woka Jaya, Mulyono.
Dengan terlaksananya tahapan sosialisasi ini, Mulyono berharap koordinasi antara pihak balai, pemdes, dan petani semakin solid sebelum pengerjaan fisik dimulai. Respons antusias dan optimisme yang sama juga ditunjukkan oleh para tokoh tani yang hadir dalam ruang diskusi tersebut.
Di sisi lain, pihak BWS Maluku Utara menegaskan komitmennya untuk terus mengawal jalannya program agar berjalan sesuai dengan petunjuk teknis dan aturan perundang-undangan yang berlaku. Pengawasan berkala akan dilakukan secara ketat guna memastikan kualitas bangunan pengairan memenuhi standar baku.
Kegiatan sosialisasi tingkat desa ini kemudian ditutup dengan sesi foto bersama dan penyerahan dokumen kelengkapan administrasi program. Melalui sinergi yang terbangun kuat di Desa Woka Jaya, program ini diharapkan dapat berjalan lancar dan tepat sasaran. (*)









