Beritadetik.id – Ratusan penumpang kapal KM Aksar Saputra 09 (2015 KKB NO. 1535/L GT. 1064NO 1967/KKB) mengamuk di loket Pelabuhan Laut Daruba, Kecamatan Morotai Selatan, Kabupaten Pulau Morotai pada Minggu (7/6/2026). Kericuhan ini dipicu oleh kebijakan sepihak agen kapal yang memotong uang pengembalian (refund) tiket sebesar Rp20.000 dari total harga tiket Rp115.000 yang telah dibayarkan penumpang.
Sebelum insiden protes terjadi, KM Aksar Saputra 09 dijadwalkan bertolak dari Morotai menuju Dama, Ternate, dan Manado pada Sabtu (6/6/2026) malam. Namun di tengah perjalanan, kapal mengalami kendala teknis pada mesin. Demi keselamatan, kapal terpaksa berbalik arah dan kembali bersandar di Pelabuhan Morotai, yang berujung pada pembatalan keberangkatan.
Kekecewaan penumpang memuncak saat proses pengembalian uang tiket di loket pelabuhan. Mereka tidak terima atas potongan administratif sebesar Rp20.000 yang dinilai tidak berdasar dan merugikan sepihak.
“Semua punya waktu mengorbankan di sini, kalian potong duit kami itu bagaimana? Saya tidak terima pemotongan Rp20.000 karena tidak ada aturan pemotongan di dalam tiket,” tegas salah seorang penumpang dengan nada tinggi di hadapan petugas loket.
Para penumpang menilai potongan hampir 20 persen tersebut adalah pungutan liar yang menguntungkan pihak agen di atas kerugian konsumen. Akibat kebuntuan ini, massa mengancam akan membawa kasus tersebut ke ranah hukum.
“Kalau begini mending torang (kami) laporkan ke polisi saja, daripada pusing. Mereka ambil untung banyak dari pemotongan per tiket ini,” ancam penumpang lainnya.
Di sisi lain, pihak keagenan kapal memberikan pembelaan terkait kebijakan pemotongan tersebut. Menurut perwakilan agen KM Aksar Saputra 09, Hera, potongan itu terjadi karena kapal secara administrasi hitungannya sudah sempat berlayar dan dana asuransi sudah disetorkan.
“Banyak bersyukur seandainya kapal kita paksakan jalan (bisa berbahaya). Karena kita di sini pemotongan iuran asuransi, ini kami sudah setoran, kapal sudah jalan,” dalih Hera saat memberikan penjelasan kepada para penumpang yang memprotes.
Hingga berita ini diturunkan, situasi di loket Pelabuhan Daruba masih tegang dan belum ada titik temu yang memuaskan antara kedua belah pihak terkait pengembalian penuh hak-hak penumpang.
**








