Beritadetik.id – Pemerintah Kota Ternate dan Pemerintah Kota Tidore Kepulauan resmi jalani kerja sama dengan Manajemen Hotel Borobudur Jakarta, berlangsung di Kantor Bappelitbangda Kota Ternate, Rabu (1/4/2026).
Bahkan, kerjasama kedua daerah tersebut diperkuat dengan penandatanganan Memorandum of Understanding (MoU) mempromosikan produk dan makanan khas, kesenian, UMKM khas Kota Ternate- Tidore yang akan dipamerkan di Hotel Borobudur Jakarta.
Nantinya, pihak Hotel Borobudur akan menyediakan space untuk produk berupa makanan, kesenian, UMKM khas Kota Ternate- Tidore yang akan dipamerkan di Hotel Borobudur Jakarta kurang lebih 43 hari. yang dimulai mulai tanggal 21 April hingga 31 Mei mendatang
Wali Kota Ternate M Tauhid Soleman sangat mengapresiasi kesediaan Hotel Borobudur dalam bekerjasama menampilkan Produk-produk kesenian hingga kuliner Kota Kota Ternate akan unjuk pesona di Hotel bertaraf Internasional, Hotel Borobudur Jakarta.
Sebab menurutnya, Hotel bertaraf internasional ini dapat menjadi wahana yang bagus dalam mempromosikan identitas Kota Ternate dan bagian dari penguatan city branding Ternate sebagai kota rempah di Kanca Nasional dan Internasional
Produk usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) yang akan dipamerkan telah melalui seleksi oleh Dinas Perindustrian dan Perdagangan, dengan fokus pada hidangan yang merepresentasikan identitas daerah.
“Kami akan tampilkan segala daya tarik daerah, mulai dari destinasi wisata, kekayaan budaya, hingga hidangan kuliner khas dari kedua kota. Setiap wilayah telah menyusun bagian kegiatan yang akan dipresentasikan,”katanya saat ditemui awak media.
Ia mengatakan, kerja sama ini bagian dari sinergi antar pemerintah daerah bertujuan untuk mempererat hubungan serta mendorong pertumbuhan ekonomi lokal, dengan sasaran utama mengundang pelaku usaha di sektor pariwisata dan bidang lainnya untuk berinvestasi di kedua kota setelah kampanye promosi ini digelar.
Sementara itu, Direktur Eksekutif APEKSI Alwis Rustam menyampaikan bahwa Ternate dan Tidore memiliki identitas yang kuat, terutama dari segi sejarah yang tidak terpisahkan dari eksistensi Negara Kesatuan Republik Indonesia.
“Dengan kerja sama ini, produk wisata dan UMKM diharapkan tidak hanya dikenal dalam negeri tetapi juga merambah pasar internasional,” ujarnya.
Tak hanya itu, katanya, promosi budaya ini bisa menarik perhatian pembangun untuk mengembangkan kawasan algomarasi seperti yang telah diutarakan oleh para pemimpin daerah,”tandasnya,(all/red).











