Beritadetik.id – Ketua Posko Tanggap Darurat, Rizal Marsaoly memaparkan sejumlah langkah strategis pemerintah dalam percepatan pemulihan infrastruktur dasar dan peningkatan pelayanan bagi masyarakat Pulau Batang Dua Kota Ternate beberapa waktu lalu.
Hal itu di sampaikan Sekretaris Daerah Kota Ternate, Rizal Marsaoly saat rapat bersama Pemerintah Provinsi Maluku Utara bersama Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG), pada Senin 14 April 2026
Sekretaris Daerah Kota Ternate, Rizal Marsaoly mengatakan, saat ini pihaknya fokus melakukan pembangunan kembali rumah warga, tempat ibadah, fasilitas pendidikan, hingga kantor pemerintahan yang mengalami kerusakan.
Dia menjelaskan, sesuai rekapitulasi data terbaru, terdapat total 263 unit bangunan yang terdampak akibat peristiwa gempa bumi yang terjadi beberapa waktu lalu.
Dari jumlah tersebut, kata dia, sektor hunian warga menjadi yang paling banyak terdampak dengan rincian 126 unit mengalami kerusakan ringan, sementara sisanya masuk dalam kategori rusak sedang dan berat.
Penanganan pascabencana ini dilakukan melalui kolaborasi lintas sektor antara pemerintah daerah, provinsi, hingga pusat.
Rizal menyampaikan bahwa untuk perbaikan rumah ibadah dan hunian warga, Pemerintah Provinsi Maluku Utara telah menyatakan kesiapannya memberikan bantuan.
“Bantuan tersebut sudah disampaikan langsung oleh Ibu Gubernur di hadapan warga saat meninjau lapangan beberapa waktu lalu,”ujar Rizal, Senin (13/04/2026).
Selain dukungan dari provinsi, Pemkot Ternate juga bergerak cepat berkoordinasi dengan Kementerian Perumahan Rakyat.
Fokus utamanya adalah mengupayakan program Bantuan Stimulan Perumahan Swadaya (BSPS) guna memperbaiki Rumah Tidak Layak Huni (RTLH) yang terdampak gempa.
Untuk memastikan bantuan tepat sasaran, Rizal menegaskan bahwa seluruh data korban telah diverifikasi secara ketat lengkap dengan dokumen administrasi kependudukan.
Meski demikian, ia meminta masyarakat untuk bersabar karena proses pembangunan harus mengikuti mekanisme dan tahapan program pemerintah pusat.
“Proses pembangunan tidak bisa dilakukan secara instan. Ada tahapan dan mekanisme yang harus dilalui. Koordinasi dengan kementerian saat ini sedang berjalan, dan kami berharap prosesnya bisa dipercepat,” jelasnya.
Menutup keterangannya, Pemkot Ternate menyampaikan apresiasi atas langkah cepat Pemerintah Provinsi Maluku Utara dalam membuka akses bantuan.
“Dengan sinergi ini, warga terdampak gempa bumi dapat segera menempati hunian yang layak dan mendapatkan kembali fasilitas publik yang fungsional,”pungkasnya.(all/red).









