Beritadetik.id – Sebagian pengungsi akibat gempa bumi magnitudo 7,6 yang melanda wilayah Kecamatan Batang Dua pada awal April 2026 mulai kembali ke rumah masing-masing.
Sekretaris Daerah Kota Ternate, Rizal Marsaoly mengatakan, sebagian korban pengungsi korban gempa Bumi Pulau Batang Dua berangsur angsur kembali ke rumah masing-masing.
“Kondisi suda mulai membaik, pengungsi korban gempa bumi berangsur-angsur kembali ke rumah masing-masing. Sebagian pengungsi lain tinggal di tempat pengungsian,”ujar Rizal, Rabu (15/4/2026).
Dia menjelaskan, warga terdampak gempa sudah mulai kembali ke rumah masing-masing yaitu Kelurahan Bido dan Lelewi, namun Kelurahan Pantesagu dan Tifure, Mayau dan Perum sebagian warga masih bertahan di wilayah pengungsian.
Menurutnya, meskipun sebagian warga kembali ke rumah, Pemkot Ternate selalu monitoring kebutuhan logistik pada korban pengungsi dan dipastikan terpenuhi.
“Kebutuhan logistik dasar selalu intens tetap kita sediakan pada warga setempat terpenuhi, dengan memanfaatkan kapal reguler seperti Sabuk maupun armada milik Basarnas untuk distribusi logistik lokasi bencana,”katanya.
Rizal menambahkan, saat ini status tanggap darurat diakhiri. Kini Pemkot Ternate menerapkan status transisi pemulihan yang di sepakati selama 60 hari ke depan, mulai besok 16 April sampai pada 14 Juni 2026 mendatang.
“Selama Dua Bulan ke kepan, kita terapkan status transisi pemulihan pada warga Kecamatan Batang Dua yang terdampak gempa,”imbuh Rizal.
Sembari menuturkan, selama masa transisi pemulihan selama 60 kedepan, pihaknya fokuskan membersihkan sejumlah fasilitas dan pemukiman yang rusak akibat gempa.
Dia merincikan bahwa gempa bumi yang melanda Batang Dua beberapa waktu lalu, telah tercatat 263 bangunan yang rusak akibat gempa.
Terkait itu Pemkot Ternate fokus percepatan perbaikan rumah warga yang rusak akibat gempa bumi, salah satunya berkoordinasi dengan pemerintah pusat melalui kolaborasi Pemerintah Provinsi Maluku Utara.
Dari kolaborasi tersebut, perbaikan ratusan rumah dan bangun yang terdampak gempa dapat diperbaiki dari Pemerintah Pusat atau kementerian terkait.
“Nantinya dari ratusan bangunan yang rusak tersebut pemerintah pusat mempercepat proses pemulihan agar warga dapat segera menempati hunian yang layak kembali,”pungkasnya.(all/red).











