Beritadetik.id – Komandan Satuan Tugas (Wadan Satgas) Operasi Trisila Tahun Anggaran 2025, Kolonel Laut (P) Yohanes Upang I., S.E., M.Tr.Hanla., M.M., menyatakan bahwa pelaksanaan Operasi Trisila di Pulau Morotai memiliki tujuan utama untuk mengamankan wilayah laut.
“Perlu diketahui bahwa kami melaksanakan Operasi Trisila. Kenapa dinamakan Operasi Trisila? Karena memang kita mengemban tiga tugas secara bersamaan,” jelas Kolonel Yohanes Upang dalam wawancara eksklusif dengan beritadetik.id pada Selasa (17/6/2025).
Lebih lanjut, Kolonel Yohanes Upang merinci ketiga tugas tersebut. Pertama, fokus utama operasi adalah pengamanan wilayah laut. Kedua, operasi ini juga mencakup latihan pendaratan di area yang dulunya digunakan oleh tentara Amerika.
Terakhir, Operasi Trisila bertujuan untuk mempererat hubungan dengan masyarakat setempat melalui bakti kesehatan, bakti sosial, dan kunjungan ke beberapa sekolah menengah atas di Morotai.
Pelaksanaan kegiatan ini akan dikoordinasikan oleh Pangkalan TNI AL Pulau Morotai dengan menggunakan Kapal Republik Indonesia (KRI) Teluk Wondama 527.
“Jadi nanti kapal ini terbuka selama di sini kita melakukan ofensif. Masyarakat dipersilakan apabila ingin tahu bagaimana kehidupan di KRI, tentunya seperti apa, biar bisa kenal dengan kemaritiman lebih dalam dan mengenal Angkatan Laut juga,” bebernya. Ia juga menambahkan kesempatan bagi masyarakat yang tertarik untuk bergabung sebagai prajurit Angkatan Laut.
Kolonel Yohanes Upang menjelaskan bahwa Operasi Trisila telah dilaksanakan di beberapa titik, dimulai dari Kota Ternate dan saat ini berlanjut di Pulau Morotai.
Dalam operasi ini, pihaknya juga akan mengidentifikasi potensi-potensi maritim dan ketahanan pangan yang ada di Morotai, termasuk yang dibina oleh Angkatan Udara maupun Kepolisian. Hal ini sejalan dengan perintah Presiden RI untuk peduli terhadap ketahanan pangan, di mana hasilnya akan dibuat laporan.
Pulau Morotai dinilai sebagai wilayah yang sangat menarik bagi negara-negara maju, sehingga TNI Angkatan Laut semakin peduli terhadap pulau-pulau terluar yang memiliki potensi luar biasa.
“Baik itu potensi pertahanan, keamanan maupun potensi sumber daya-nya. Kami datang ke sini juga tidak hanya sekadar berlayar saja. Namun keinginan kami ialah memberikan rasa aman bagi pengguna laut,” ujarnya.
Dengan demikian, laporan kejadian apa pun di laut dapat diterima dan akan segera ditindaklanjuti oleh pihak TNI Angkatan Laut.(red)
Editor : M. Bahru Kurung









