KONI Morotai Klarifikasi Polemik Keberangkatan Kontingen di Media Sosial

Beritadetik.id – Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) Kabupaten Pulau Morotai memberikan klarifikasi resmi terkait informasi yang beredar di media sosial mengenai keberangkatan kontingen pada salah satu ajang olahraga yang dinilai tidak sesuai.

Bendahara KONI Pulau Morotai, Muammar Daud, menilai informasi yang dipublikasikan melalui akun Facebook pribadi Kasim Bungan seorang wartawan di Morotai, belum melalui proses konfirmasi kepada pihak terkait. Akibatnya, unggahan tersebut menimbulkan perbedaan persepsi di tengah masyarakat.

“Keberangkatan atlet, ofisial, dan pengurus telah disesuaikan dengan kebutuhan kegiatan serta mekanisme yang berlaku dalam penyelenggaraan event olahraga,” jelas Muammar kepada wartawan saat dikonfirmasi, Senin (8/6/2026).

Bacaan Lainnya

​​Menurut Muammar, selain mendampingi atlet, pengurus dan ofisial memiliki tanggung jawab besar dalam hal administrasi, koordinasi, registrasi peserta, pengelolaan anggaran, hingga pelaporan kegiatan. Ia juga menegaskan bahwa seluruh penggunaan anggaran dilakukan sesuai kebutuhan kegiatan dan dapat dipertanggungjawabkan berdasarkan ketentuan yang berlaku.

“Kami menghargai kritik dan masukan dari masyarakat. Namun, kami berharap informasi yang disampaikan kepada publik terlebih dahulu dikonfirmasi kepada pihak terkait agar masyarakat memperoleh gambaran yang utuh,” ujarnya.

​Terkait polemik yang berkembang, Muammar mengakui sempat terjadi komunikasi yang kurang kondusif antara salah satu pengurus KONI dan pemilik akun (oknum wartawan) yang mengunggah kritik tersebut. Namun, ia menegaskan bahwa persoalan itu murni kesalahpahaman yang muncul di tengah perbedaan pandangan.

“Kami memahami bahwa situasi yang berkembang saat itu memunculkan respons spontan dari berbagai pihak. Karena itu, kami berharap persoalan ini dapat disikapi secara proporsional dan diselesaikan melalui mekanisme yang berlaku,” kata Muammar.

Mengenai laporan yang telah disampaikan ke pihak kepolisian, Muammar menyatakan menghormati hak setiap warga negara untuk menempuh jalur hukum apabila merasa dirugikan. Di sisi lain, ia menegaskan bahwa pihak yang dilaporkan tetap memiliki hak untuk memberikan penjelasan dan memperoleh perlindungan hukum sesuai asas praduga tak bersalah.

“Kami menghormati proses hukum yang berjalan dan percaya bahwa seluruh pihak akan mendapatkan kesempatan yang sama untuk menyampaikan keterangan sesuai fakta yang ada,” tambahnya.

​Di akhir penyataannya, Bendahara KONI berharap polemik ini tidak mengalihkan perhatian dari tujuan utama pembinaan olahraga di daerah. Pihaknya mengajak seluruh elemen masyarakat, termasuk insan pers dan pengguna media sosial, untuk mengedepankan komunikasi, klarifikasi, dan verifikasi informasi guna menghindari kesalahpahaman di ruang publik.

“Kami tetap terbuka terhadap kritik yang konstruktif dan berharap semua pihak dapat bersama-sama menjaga iklim komunikasi yang sehat demi kemajuan olahraga di Pulau Morotai,” tutupnya.

**

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *