Refleksi 17 Tahun Morotai: Opickh Tekankan Peran Strategis Pemuda dan Pengawalan Kebijakan

Beritadetik.id – Momentum refleksi 17 tahun Kabupaten Pulau Morotai menjadi ajang penguatan peran generasi muda dalam pembangunan daerah. Penulis buku sekaligus tokoh pemuda Morotai, Arafik A. Rahman, menegaskan bahwa pemuda tidak boleh hanya menjadi penonton, melainkan harus berkontribusi nyata demi kemajuan Bumi Moro.

Hal tersebut disampaikan Arafik dalam dialog publik yang diinisiasi oleh AMPP Togamaloka dan PB Hippmamoro di Cafe Upland, Desa Gotalamo, Senin (6/4/2026).

Dalam penyampaiannya, sosok yang akrab disapa Bung Opickh ini menekankan pentingnya kesadaran akan target pembangunan yang terukur. Ia menilai, setiap elemen masyarakat, termasuk media massa, memiliki tanggung jawab besar dalam mengawal informasi dan arah kebijakan daerah.

Bacaan Lainnya

“Saya ingin menyampaikan bahwa kita harus memiliki kesadaran terhadap target-target yang harus dicapai. Kita harus hidup dengan kesadaran itu. Media juga memegang peran vital dalam menyampaikan informasi edukatif kepada masyarakat,” ujar Opickh.

​Lebih lanjut, Opickh menyoroti perlunya strategi yang matang dari pemuda untuk mendongkrak ekonomi daerah. Menurutnya, narasi pembangunan tidak boleh berhenti pada wacana infrastruktur semata, tetapi harus menyentuh tata kelola sumber daya alam yang tersedia.

Ia mencontohkan potensi yang ada di tingkat desa sebagai motor penggerak ekonomi. “Di desa ini, kita sebenarnya sudah memiliki dua sektor potensial yang mampu berkontribusi pada peningkatan ekonomi. Namun, kuncinya adalah kerja sama kolektif untuk mencapai tujuan tersebut,” terangnya.

​Selain aspek ekonomi, Opickh mengingatkan bahwa pemuda memiliki fungsi fundamental sebagai agen pengawas (social control). Ia mendorong para pemuda untuk melakukan pengawalan ketat terhadap setiap program yang dijalankan oleh Pemerintah Kabupaten Pulau Morotai.

​Hal ini bertujuan untuk memastikan bahwa setiap kebijakan dan anggaran yang dikucurkan benar-benar memberikan manfaat maksimal bagi kesejahteraan masyarakat luas.

“Pemuda harus sadar bahwa mereka adalah bagian integral dari masyarakat yang wajib berkontribusi. Kita perlu merefleksikan kembali perjuangan para tokoh pendiri Morotai. Ada target besar yang menanti, dan itu hanya bisa terwujud jika kita bekerja sama,” tegasnya.

Mengakhiri penyampaiannya, Arafik berharap semangat kolaborasi antar-elemen pemuda dan tokoh masyarakat dapat terus dirawat demi memastikan masa depan Pulau Morotai yang lebih mandiri dan berdaya saing.

 

**

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *