Beritadetik.id – Arus mosi tidak percaya tengah menerjang kepemimpinan Kepala Desa Sopi, Hisbul Der. Warga Desa Sopi, Kecamatan Morotai Jaya, Kabupaten Pulau Morotai, secara tegas mendesak pihak Inspektorat daerah untuk bersikap terbuka dan jujur terkait hasil pemeriksaan atas dugaan penyimpangan Dana Desa serta Dana Badan Usaha Milik Desa (BUMDes).
Keluhan ini disuarakan oleh Ibu Sani, salah satu warga Desa Sopi, yang mengungkapkan kegelisahan masyarakat melalui sambungan telepon kepada wartawan pada Kamis (8/1). Ia mempertanyakan sejauh mana tindak lanjut Inspektorat terhadap tuntutan masyarakat yang selama ini merasa dikhianati oleh oknum pimpinan desa.
“Saya hanya mempertanyakan kembali apakah Inspektorat sudah merespons tuntutan kami terkait penggunaan Dana Desa dan BUMDes yang diduga kuat ada penyimpangan,” ujar Sani dengan nada penuh tanya.
Menurut Sani, secara psikologis, masyarakat setempat telah kehilangan kepercayaan total terhadap kepala desa. Baginya, sang Kades dianggap sudah tidak layak lagi memimpin karena adanya indikasi kuat pelanggaran aturan terkait pengelolaan keuangan desa.
”Kades itu sudah melanggar aturan dalam arti sudah ‘memakan’ anggaran desa. Kami baru menyadari adanya dugaan korupsi ini secara luas setelah aksi demonstrasi pecah beberapa waktu lalu,” tuturnya.
Sani, mewakili suara masyarakat awam, meminta Pemerintah Daerah Kabupaten Pulau Morotai tidak menutup mata. Ia berharap hasil audit yang dilakukan Inspektorat segera dipublikasikan agar tidak menimbulkan spekulasi liar di tengah masyarakat.
”Kami pertanyakan, sejak audit pertama sampai saat ini, di mana hasil audit dari Inspektorat? Kami ingin tahu secara transparan bagaimana penggunaan dana BUMDes dan Dana Desa tersebut,” tegasnya.
Selain persoalan dana desa, warga juga menyoroti gaya hidup sang Kepala Desa yang dinilai kontras dengan situasi yang sedang terjadi.
Sani membeberkan adanya kejanggalan terkait pembelian satu unit mobil pribadi bermerek Terios berwarna putih dengan plat nomor DG 1840 XY oleh Kades diperkirakan memiliki nilai jual sekitar Rp376.000.000.
“Dalam kondisi seperti ini, Kades membeli mobil atas namanya sendiri. Apakah itu murni uang pribadi atau bersumber dari mana? Ini yang kami pertanyakan,” cecar Sani.
Sebagai informasi, saat ini Kepala Desa Sopi, Hisbul Der, diketahui telah menjalani rangkaian pemeriksaan di kantor Inspektorat Pulau Morotai. Namun hingga kini, hasil dari pemeriksaan tersebut belum disampaikan secara resmi kepada publik maupun warga desa setempat.
Akan tetapi, saat awak media mencoba melakukan konfirmasi terkait tudingan warga tersebut, Hisbul Der belum memberikan respons hingga berita ini diturunkan.(red)


















