Beritadetik.id – Ketua Askab PSSI Halmahera Barat, Maluku Utara, Djufri Muhamad didesak agar segera mengevaluasi Coach SSB Tunas Muda, Ardiman Rumain karena dinilai tidak profesional dalam proses perekrutan pemain.
Desakan ini menyusul salah satu pemain SSB Tunas Muda M. Ridho Rumadaul, terpaksa gagal berangkat ke Kota Banjarmasin, Kalimantan Selatan, untuk bergabung dengan Tim Soeratin U 15.
Pemain yang berasal dari Desa Bobanehena, Kecamatan Jailolo itu tidak diberangkatkan tanpa alasan yang jelas dari Coach SSB Tunas Muda Halbar, Ardiman Rumain.
Ketua Komisi II DPRD Halbar, Joko Ahadi, menyesalkan sikap Coach SSB Tunas Muda. Menurut dia, Askab PSSI Halbar harus bersikap tegas dalam persoalan tersebut.
“Askab Harus lebih profesional. Masalah seperti ini harus seriusi untuk bertindak, apalagi masalah adik Ridho yang di ganti dengan salah satu anak dari pengurus Askab dengan pergantian yang hanya terbilang singkat,” tegas Joko.
Ridho yang namanya masuk seleksi calon pemain suratin U.15 yang akan diberangkatkan ke Banjarmasin, Kalimantan Selatan dan diganti hanya dengan selisih hitungan jam.
Ia menegaskan masalah tersebut patut diduga ada permainan ‘kotor’ yang dilakukan oleh pengurus Askab dan Coach SSB Tunas Muda.
“Sabtu diumumkan namanya masuk dalam keberangkatan ke Banjarmasin, Minggunya diperintah datang ke lapangan, dan siang di ganti namanya, itu kan aneh dan patut diduga kalau ada permainan kotor di dalam,” sebut Joko.
Menurut politisi Parati Golkar ini, bahwa praktik kotor semacam ini akan mengganggu pertumbuhan sepakbola Indonesia, khususnya di Halbar. Ia juga menyanyangkan sikap Coach yang acuh terhadap hal tersebut.
“Ini soal mimpi dan cita-cita generasi, jangan patahkan itu dengan negosiasi-negosiasi orang dalam, sepakbola maju karena talenta, bukan bisikan orang dekat,” cecarnya.
Mirisnya lagi, kata Joko, Coach menggantikkan atau membatalkan keberangkatan anak asuhnya ini tanpa ada pemberitahuan atau konfirmasi terhadap yang bersangkutan atau orang tua dari anak didiknya.
“Peristiwa ini M. Ridho Rumadaul bersama keluarganya merasa sangat dirugikan dari banyaknya faktor, terutama faktor mental psikologinya sudah terganggu sehingga dapat mempengaruhi aktifitas kesehariannya,” ungkapnya.
Apalagi, tambah Joko, yang bersangkutan saat ini masih berstatus pelajar sehingga ini benar-benar menguras tenaga dan pikiran serta pergaulannya, terutama di lingkungan sekolah karena yang bersangutan merasa telah di zalimi atau dibohongi oleh coachnya sendiri.
“Sampai saat ini yang bersangkutan sudah tiga hari berturut turut tidak lagi mau masuk sekolah, ini kan sangat di sayangkan sebagai orang tua,” sesalnya.
Untuk itu ia mendesak, agar Coach SSB Tunas Muda segera menemui anak didiknya tersebut untuk mengklarifikasi atau menjelaskan secara langsung agar bisa meredam kekecewaan dan ketidakpuasan keluarganya.
“Kehadiran Coach mungkin bisa jadi memulihkan mentalnya dan kembali bisa masuk sekolah,” imbuhnya.
Sebagai Informasi M. Ridho Rumadaul masuk dalam daftar seleksi yang akan diberangkatkan ke Banjarmasin, Kalimantan Selatan, mewakili Maluku Utara.
Ada tiga pemain SSB tunas muda untuk bergabung dengan tim Suratin U 15 termasuk Nama M Ridho yang diumumkan pada Sabtu (26/7/2025) namun Minggu (27/7/2025) Coach membatalkan keberangkatannya tanpa alasan yang jelas.(pte).











