Suarakan Dana Bantuan KIP, Mahasiswa Morotai Ini Orasi Seorang Diri

Fikram Guraci, Mahasiswa Fisipol Unipas Morotai saat aksi di depan gedung rektorat, Senin (10/1/2022).|| Doc : (ul/beritadetik.id).

Morotai, beritadetik.id – Seorang Mahasiswa Fakultas Sosial dan Ilmu Politik (Fisipol) menggelar aksi tunggal di depan gedung Rektorat Universitas Pasifik Morotai, Senin, (10/1/2022).

Mahasiswa yang teridentifikasi atas nama Fikram Guraci nekat melakukan aksi seorang diri dengan membawa tuntutan terkait masalah Bantuan Dana Kartu Indonesia Pintar (KIP) untuk para mahasiswa di wilayah setempat.

Bacaan Lainnya

“Saya minta pihak kampus memperjelas proses pembayaran pada saat registrasi pembukaan Rekening Bank BPD oleh tiap tiap mahasiswa yang mendapatkan Bantuan tersebut,”tutur Fikram dalam orasinya di aksi itu.

Terpisah, Kepala Bagian Keuangan (Kabag) UNIPAS Morotai, Siti Marwa Karie mengatakan, masalah pembayaran KIP kepada Mahasiswa tidak ada pemotongan sepersen pun dana bantuan tersebut.

“Untuk biaya pembuatan rekening baru di Bank jadi siapa saja yang membuka rekening sudah pasti ada biaya registrasi. Jadi pihak kampus tidak lakukan pemotongan atas dana untuk para mahasiswa itu,”katanya.

Lebih lanjut, Siti menjelaskan, Mahasiswa penerima bantuan KIP di arahkan buka rekening Bank Syariah Indonesia (BSI), namun sekarang sudah ada perubahan kebijakan (Pemda) melalui Bagian Kesra, agar mahasiswa kembali membuka rekening ulang di Bank Pembangunan Daerah (BPD).

Dikatakan rekening yang di pakai Mahasiswa sekarang itu sama yang di gunakan oleh Pemerintah daerah supaya distribusi Bantuan tersebut cepat tersalurkan karena tidak ada pemotongan biaya admin.

“Selama ini mahasiswa penerima bantuan akhir studi juga mengunakan rekening BPD karena ada tiga Bank yang digunakan pemerintah yakni Bang BNI, BPD, dan BRI untuk menyalurkan bantuan pada masing masing mahasiswa terkait. Jadi tidak ada masalah,”tutupnya.(ul/red).

SUPORTER RUSUH DI STADION MERAH PUTIH MOROTAI :

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.