Kisah Inspiratif Hafid, Mahasiswa UNIPAS Morotai yang Resmi Raih Gelar Sarjana Teknik

Beritadetik.id – Mahasiswa Fakultas Teknik Program Studi Informatika Universitas Pasifik (UNIPAS) Pulau Morotai, Muhammad Hafid, resmi mencapai gelar sarjana setelah sukses mengikuti Yudisium Fakultas Teknik Angkatan XII Tahun 2026.

Rasa bahagia dan haru terpancar jelas dari raut wajah Hafid seusai acara. Ia mengungkapkan rasa syukur mendalam atas pencapaian yang berhasil diraihnya setelah melalui perjalanan akademik yang panjang.

“Perasaan saya ketika mengikuti Yudisium sampai selesai terasa sangat senang karena pencapaian saya bisa sampai di titik ini. Saya ingin mengucapkan terima kasih yang sebesar-besarnya kepada kedua orang tua yang telah menjadi rumah bagi segala lelah dan rindu, serta menjadi kekuatan di saat saya hampir menyerah,” ungkap Hafid dengan penuh semangat, Jumat (16/10/2026).

Bacaan Lainnya

Bagi Hafid, momen yudisium ini menjadi pengalaman yang sangat berkesan. Kehadiran para dosen dan kebersamaan bersama teman-teman seperjuangan menambah kehangatan suasana perayaan kelulusan tersebut.

“Momen paling berkesan adalah ketika kami sama-sama mengikuti prosesnya dari awal hingga akhir, merasa gembira atas pencapaian ini, dan didampingi oleh para dosen yang juga turut merasakan kegembiraan kami,” tambahnya.

Mengenai proses penyusunan tugas akhir, Hafid membeberkan bahwa pengerjaan skripsinya memakan waktu relatif singkat namun intensif. Proses penyusunan proposal, ujian hasil, hingga skripsi akhir diselesaikannya dalam rentang waktu sekitar satu bulan.

Meski demikian, perjalanan tersebut bukan tanpa rintangan. Sebagai mahasiswa Informatika, ia kerap diuji dengan kendala teknis saat menyusun penelitiannya.

“Tantangan yang pernah saya hadapi di antaranya program yang tidak berjalan (error), rancangan sistem yang harus diulang dari awal, hingga proses penelitian yang dinamis. Semua itu menuntut kesabaran yang ekstra,” jelasnya.

Namun, kendala tersebut tak menyurutkan langkahnya. Perjuangan itu justru membentuk mental ketangguhan dalam dirinya.

“Hari ini saya merasa tidak mengenal kata gagal. Yang ada hanyalah keteguhan yang tumbuh dalam diam, sehingga semua tantangan yang ada akhirnya terasa lebih mudah untuk dilalui,” tutur Hafid optimis.

Di balik keberhasilannya, Hafid juga menegaskan besarnya peran tenaga pengajar di kampusnya, terutama Ketua Program Studi Informatika, Miswar Papuangan, S.Pd., M.Cs., yang dinilainya sangat berperan penting selama masa perkuliahan.

“Saya ingin mengucapkan banyak terima kasih kepada para dosen yang telah menuntun kami ketika kebingungan, mengingatkan kami saat lelah, dan mengajarkan bahwa keberhasilan tidak pernah lahir hanya dari kecerdasan, tetapi juga dari kedisiplinan, ketekunan, dan rasa tanggung jawab,” tutupnya. (*)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *