Beritadetik.id – Bupati Pulau Morotai, Rusli Sibua, mendorong Gerakan Angkatan Muda Kristen Indonesia (GAMKI) menjadi wadah pembinaan yang mampu melahirkan pemuda Kristen yang kuat dalam iman, berwawasan kebangsaan, berkarakter, berintegritas, serta memberikan kontribusi nyata bagi pembangunan daerah.
Dorongan tersebut disampaikan Rusli saat menghadiri pelantikan Dewan Pimpinan Cabang (DPC) GAMKI Kabupaten Pulau Morotai Masa Bakti 2026–2029 di Gedung Gereja GMIH Getsemani Daruba, Kecamatan Morotai Selatan, Selasa (15/9/2026). Kegiatan ini turut dihadiri oleh Ketua DPRD Pulau Morotai Muhamad Rizki beserta anggota, jajaran Forkopimda, Ketua Sinode GMIH Pdt. Dr. Demianus Ice, SH., M.Th., Ketua DPD GAMKI Maluku Utara Erland Mouw, serta kader GAMKI se-Kabupaten Pulau Morotai.
Dalam sambutannya, Rusli memberikan selamat kepada jajaran pengurus yang dilantik dan menegaskan bahwa momentum ini bukan sekadar seremoni organisasi. Ia mengingatkan agar GAMKI tidak berhenti pada pelantikan saja, melainkan langsung bekerja dan menjalankan program-program yang berkelanjutan.
“Pemuda harus hadir sebagai bagian dari solusi, menjadi penggerak persatuan, serta ikut menjaga keamanan, ketertiban, dan kedamaian di tengah masyarakat. Jangan sampai setelah dilantik kemudian tidak ada kegiatan,” tegas Rusli.
Rusli juga menyambut baik komitmen kolaborasi dari DPC GAMKI dan menegaskan bahwa Pemerintah Daerah selalu membuka ruang komunikasi terhadap masukan yang proporsional dan konstruktif. GAMKI diharapkan mampu membangun sinergi kuat dengan Pemda, Forkopimda, organisasi kepemudaan, gereja, serta seluruh elemen masyarakat sebagai mitra strategis pembangunan.
Pada kepengurusan periode 2026–2029 ini, Refly R. Lahengking, M.Th., resmi dipercaya menahkodai DPC GAMKI Kabupaten Pulau Morotai sebagai Ketua, didampingi Ordan Pagama, S.Pd., sebagai Sekretaris.
Sejalan dengan arahan Bupati, Refly menegaskan komitmennya untuk membawa organisasi lebih mengedepankan pendekatan berbasis solusi ketimbang aksi jalanan. DPC GAMKI Morotai siap berkolaborasi dengan Pemda untuk mendukung program kesejahteraan masyarakat.
“Zaman sekarang bukan lagi masanya kita berkompetisi, tetapi era kolaborasi. Karena itu, saya berkomitmen selama masa kepemimpinan saya tidak akan melakukan demo, tetapi mengedepankan dialog, karena demo tidak akan menyelesaikan masalah,” ungkap Refly.
Sikap tersebut mendapat dukungan penuh dari Ketua DPD GAMKI Maluku Utara, Erland Mouw, yang menilai demonstrasi seharusnya menjadi opsi paling akhir setelah jalan komunikasi ditempuh.
Dukungan serupa datang dari Ketua Sinode GMIH, Pdt. Dr. Demianus Ice, SH., M.Th. Ia menyoroti tantangan kondisi fiskal daerah akibat tekanan nasional saat ini, sehingga keterlibatan organisasi pemuda sangat dibutuhkan.
“GAMKI lahir dari sebuah problem bangsa pada saat itu. Saat ini pemerintah daerah mengalami tekanan fiskal, untuk itu saya berharap GAMKI mengambil peran dalam memberikan pemikiran demi kemajuan daerah,” pungkas Demianus. (*)
















